IHSG Naik 1,29 Persen di Tengah Pembatasan Kegiatan, Kok Bisa?

Oleh Dian Tami Kosasih pada 11 Jan 2021, 12:29 WIB
Diperbarui 11 Jan 2021, 12:29 WIB
Akhir tahun 2017, IHSG Ditutup di Level 6.355,65 poin
Perbesar
Pekerja tengah melintas di bawah papan pergerakan IHSG di BEI, Jakarta, Jumat (29/12). Karena hal tersebut, Jokowi memberi apresiasi kepada seluruh pelaku industri maupun otoritas pasar modal. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Berlaku mulai 11 hingga 25 Januari 2021, pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Jawa dan Bali ternyata tak mempengaruhi laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Mengutip data RTI,  sesi pertama perdagangan, IHSG ditutup naik 81,01 poin atau 1,29 persen ke posisi 6.338,84. Indeks saham LQ45 menguat 1,24 persen ke posisi 991,49.

Melihat hal tersebut, Pengamat Pasar Modal dari Universitas Indonesia (UI) Budi Frensidy menegaskan pasar modal hari ini masih belum terpengaruh dengan pembatasan kegiatan yang dilakukan.

"Mestinya kalau terjadi perubahan yang signifikan, artinya jam operasi beberapa retail berubah, harusnya ada dampaknya. Tapi kalau ternyata pengurangan jam operasi dan sebagainya itu tidak signifikan berarti pasar akan seperti biasa saja bahkan sampai (IHSG-red) 6.300 an," ujar dia kepada Liputan6.com, Senin (11/1/2021).

2 dari 3 halaman

Pelaku Pasar Menanti Program Vaksinasi

Dilanda Corona, IHSG Ditutup Melesat
Perbesar
Pekerja melintas di layar IHSG di BEI, Jakarta, Rabu (4/3/2020). IHSG kembali ditutup Melesat ke 5.650, IHSG menutup perdagangan menguat signifikan dalam dua hari ini setelah diterpa badai corona di hari pertama pengumuman positifnya wabah corona di Indonesia. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Selain itu, Pengamat Pasar Modal MNC Asset Manajemen Edwin Sebayang menegaskan, pemberlakukan PSBB yang dilakukan saat ini tak memiliki pengaruh besar dibandingkan tahun lalu.

"Sebetulnya enggak terlalu berdampak karena ini bukan sesuatu yang baru. Kedua, kita sedang menunggu vaksin yang akan diberikan kepada beberapa tenaga terdepan. Jadi beda ketika terjadi di tahun 2020 bulan Mei dan September marketnya turun, ini kan justru naik 80 poin," tutur dia kepada Liputan6.

Pada penutupan sesi pertama perdagangan, sebagian besar sektor saham menghijau. Sektor saham keuangan memimpin penguatan dengan naik 2,8 persen, diikuti sektor saham perdagangan menanjak 1,64 persen dan sektor saham aneka industri menguat 1,55 persen.

Total volume perdagangan saham 20,6 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 13,1 triliun. Investor asing beli saham Rp 1,37 triliun di seluruh pasar.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓