IHSG Berpeluang Pulih pada 2021, Cermati Saham Pilihan Sinarmas Sekuritas

Oleh Pipit Ika Ramadhani pada 09 Jan 2021, 16:30 WIB
Diperbarui 09 Jan 2021, 16:30 WIB
20161110-Hari-ini-IHSG-di-buka-menguat-di-level-5.444,04-AY2
Perbesar
Suasana kantor Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (10/11). Dari 538 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia, 181 saham menguat, 39 saham melemah, 63 saham stagnan, dan sisanya belum diperdagangkan. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Seiring banyaknya indikator yang menandakan kelanjutan pemulihan perdagangan global dan aktivitas industri pascapandemi COVID-19 sehingga menjadi era pemulihan pada 2021. Hal tersebut juga diperkirakan mendukung laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Selain itu, tim riset Sinarmas Sekuritas menyebut ada risiko yang lebih rendah dari pelemahan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS), tren suku bunga rendah, dan harga komoditas global yang lebih tinggi akan mendukung pasar negara berkembang atau emerging markets (EM) serta saham pilihan berbasis siklikal (cyclical) dan yang berbasis nilai (value).

"Dari perspektif domestik, kami melihat pemulihan pendapatan yang tajam dan gambaran makroekonomi yang lebih cerah untuk Indonesia, didukung oleh berlanjutnya stimulus fiskal dan moneter dari pemerintah dan Bank Indonesia,” tulis tim riset Sinarmas Sekuritas, seperti dikutip dalam laporan Market Outlook 2021, Sabtu (9/1/2021).

Kemudian berkaitan dengan reformasi struktural utama melalui Omnibus Law, yang dinilai mendongkrak pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka panjang.

2 dari 4 halaman

IHSG Dapat Sentuh 6.800

FOTO: IHSG Akhir Tahun Ditutup Melemah
Perbesar
Pengunjung melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (30/12/2020). Pada penutupan akhir tahun, IHSG ditutup melemah 0,95 persen ke level 5.979,07. (Liputan6.com/Johan Tallo)

 

PT Sinarmas Sekuritas memperkirakan, IHSG dapat menyentuh 6.800 pada akhir 2021. Hal ini didukung dari pemulihan earning per share atau laba bersih per saham suatu perusahaan. Jadi laba bersih perusahaan dibagi dengan jumlah seluruh saham yang beredar.

EPS ini menjadi salah satu alat ukur yang digunakan untuk evaluasi saham selain price earning ratio (PER). EPS ini untuk menunjukkan tingkat keuntungan bersih untuk tiap lembar sahamnya yang mampu diraih perusahaan saat menjalankan operasinya. Semakin tinggi keuntungan didapatkan perusahaan, makin pula nilai EPS perusahaan itu.

EPS ini ini akan tumbuh 28,6 persen pada 2021 dan 12 persen pada 2022 dari periode 2020 minus 25,4 persen.

Selain itu, pertumbuhan ekonomi mencapai 3-4 persen pada 2021 dengan rupiah di kisaran 13.500-15.000 per dolar AS. “Kami tetap menilai pendapatan dan ekonomi yang berkelanjutan pemulihan pasca distribusi vaksin pada kuartal II 2021 dengan didukung fiskal dan moneter dukungan dari pemerintah dan Bank Indonesia,” tulis PT Sinarmas Sekuritas.

PT Sinarmas Sekuritas juga prediksi IHSG dapat mencapai 7.200 pada akhir 2021 dengan didukung pertumbuhan EPS lebih dari yang diharapkan dengan tumbuh 33 persen.

Hal itu didukung dari distribusi vaksin yang lebih cepat dari perkiraan sehingga mempercepat pemulihan ekonomi, harga komoditas menguat dari perkiraan.

Sedangkan skenario kurang baiknya, IHSG dapat sentuh posisi 5.700 karena pertumbuhan EPS lebih rendah dari yang diharapkan masing-masing 22,1 persen dan 9,7 persen. Selain itu, pemulihan ekonomi yang lebih lama dari perkiraan, dan gelombang COVID-19 yang memaksa untuk dilakukan pembatasan, serta distribusi vaksin yang kurang baik.

 

3 dari 4 halaman

11 Saham Pilihan

IHSG Menguat 11 Poin di Awal Tahun 2018
Perbesar
Suasana pergerakan perdagangan saham perdana tahun 2018 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (2/1). Perdagangan bursa saham 2018 dibuka pada level 6.366 poin, angka tersebut naik 11 poin. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Dalam laporan tersebut, setidaknya ada 11 saham pilihan Sinarmas Sekuritas pada 2021, antara lain:

1. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), beli dengan target harga Rp 5.100

2. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) beli dengan target harga Rp 8.175

3. PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), beli dengan target harga Rp  14.900

4. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) beli dengan target harga Rp 4.250

5. PT XL Axiata Tbk (EXCL) beli dengan target harga Rp 3.280

6. PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), beli dengan target harga Rp 1.500

7. PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) beli dengan target harga Rp 650

8. PT PP Tbk (PTPP) beli dengan target harga Rp 2.280

9. PT Adaro Energy Tbk (ADRO), beli dengan target harga Rp 1.850

10. PT United Tractors Tbk (UNTR) beli dengan target harga Rp 31.400

11. PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP), beli dengan target harga Rp 1. 550.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓