Belanja Modal Astra pada 2021 Tergantung Pemulihan Ekonomi dan Bisnis

Oleh Dian Tami Kosasih pada 08 Jan 2021, 13:00 WIB
Diperbarui 08 Jan 2021, 13:00 WIB
Astra
Perbesar
Menara Astra International. ©2019 Merdeka.com

Liputan6.com, Jakarta - Menjadi salah satu perusahaan yang terimbas COVID-19, PT Astra International Tbk (ASII) mengaku harus memangkas separuh dana belanja modal atau capital expenditure (capex) pada 2020.

"Tapi sebagai gambaran, biasanya kami mengalokasikan capex sekitar Rp20-30 triliun setiap tahunnya, termasuk untuk investasi. Namun, dikarenakan pandemi, budget capex kami  untuk tahun ini, kami potong separuh dari biasanya menjadi hanya sekitar Rp10 triliun," kata Head of Investor Relations PT Astra International Tbk Tira Ardianti kepada Liputan6.com, Jumat (8/1/2021).

Hingga September tahun lalu,  Astra International mengaku telah menggunakan separuh dana capex. Hal ini karena 2020 situasi ekonomi dan bisnis tidak kondusif akibat pandemi.

"Maka Perusahaan harus menjaga ketahanan keuangannya, sehingga dilakukanlah penghematan pada biaya operasional dan belanja modal.  Pemakaian sampai dengan September tahun ini sudah sekitar separuhnya atau sekitar Rp 5 triliun," ujar Tira.

Saat disinggung dana capex yang akan digelontorkan pada 2021, Tira mengaku masih harus menunggu pemulihan ekonomi dan bisnis.

"Rencana capex 2021 baru akan disampaikan setelah kinerja tahun 2020 ini selesai diaudit. Jadi untuk capex 2021 akan tergantung pemulihan ekonomi dan bisnis," ujar dia.

2 dari 3 halaman

Belanja Modal Rutin Bakal Ditunda

IHSG Dibuka di Dua Arah
Perbesar
Pekerja melintas di dekat layar digital pergerakan saham di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (14/10/2020). Pada pembukaan perdagangan pukul 09.00 WIB, IHSG masih naik, namun tak lama kemudian, IHSG melemah 2,3 poin atau 0,05 persen ke level 5.130, 18. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Tira juga menjelaskan belanja modal rutin yang bisa ditunda akan dilakukan. Meski demikian, ada beberapa hal yang tetap dilakukan, seperti mengakusisi saham Aviva.

"Belanja modal rutin yang bisa ditunda atau bukan prioritas penting akan kami tunda, namun belanja modal yang memang perlu dilakukan untuk keberlanjutan bisnis ke depan tetap kami lakukan, seperti akuisisi saham Aviva di Astra Life, dan akuisisi jalan tol," ujar dia.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓