Kalbe Farma Siapkan Belanja Modal Rp 1 Triliun pada 2021

Oleh Pipit Ika Ramadhani pada 07 Jan 2021, 18:00 WIB
Diperbarui 07 Jan 2021, 18:51 WIB
IHSG Menguat
Perbesar
Seorang pria mengambil gambar layar yang menampilkan informasi pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (8/6/2020). Seiring berjalannya perdangan, penguatan IHSG terus bertambah tebal hingga nyaris mencapai 1,50 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 1 triliun pada 2021. Besaran capex ini sama 2020, dan akan berlanjut hingga 2023. 

"Capex kalbe di 2021 direncanakan sekitar Rp 1 triliun, sama seperti 2020 dan sumbernya dana internal,” ujar Presiden Direktur Kalbe Farma, Vidjongtius saat dihubungi Liputan6.com, Kamis (7/1/2021).

Vidjongtius menuturkan, tujuan capex ini untuk menyelesaikan infrastruktur perusahaan yang sedang berjalan. Baik berupa bangunan maupun teknologi sebagai prasarananya.

"Tujuan capex untuk menyelesaikan pabrik yang sedang berjalan dan distribusi serta infrastruktur teknologi informasi,” kata dia.

Sebelumnya, PT Kalbe Farma Tbk merencanakan target penjualan 2021 sejalan dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia, yakni sekitar 5 persen. Perseroan akan terus memonitor kondisi dan perkembangan bisnis hingga akhir tahun 2020 dan kuartal I 2021. 

“Kepastian target penjualan tahun 2021 akan diumumkan setelah laporan keuangan kuartal pertama tahun 2021 dipublikasikan,” ujar Corporate Secretary, Lukito Kurniawan Gozali seperti dikutip dari laman BEI.

Pada penutupan perdagangan saham, Kamis, 7 Januari 2021, saham KLBF merosot satu persen ke posisi Rp 1.485 per saham. Transaksi harian saham Rp 67,5 miliar. Saham KLBF berada di rentang Rp 1.535-Rp 1.485.

2 dari 3 halaman

Penutupan IHSG

Perdagangan Awal Pekan IHSG Ditutup di Zona Merah
Perbesar
Pekerja tengah melintas di layar pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (18/11/2019). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada zona merah pada perdagangan saham awal pekan ini IHSG ditutup melemah 5,72 poin atau 0,09 persen ke posisi 6.122,62. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan di zona hijau sepanjang sesi kedua perdagangan saham Kamis, 7 Januari 2021. Hal tersebut didukung dari kenaikan harga komoditas dan pasar menyambut January Effect dinilai angkat IHSG.

IHSG menguat 87,95 poin atau 1,45 persen ke posisi 6.153. Indeks saham LQ45 menanjak 1,23 persen ke posisi 957. Seluruh indeks saham acuan kompak menguat.

Sebanyak 269 saham menghijau sehingga mengangkat IHSG. 200 saham melemah dan 161 saham diam di tempat. Pada Kamis pekan ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.158,03 dan terendah 6.090,36. Total volume perdagangan saham 22,5 miliar saham dan nilai transaksi Rp 20,7 triliun. Investor asing beli saham Rp 773,29 miliar. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah 13.869.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham menghijau kecuali sektor saham aneka industri melemah 0,72 persen. Sektor saham tambang menguat 5,61 persen, dan memimpin penguatan. Sektor saham industri dasar naik 2,12 persen dan sektor saham perdagangan menanjak 1,39 persen.

Saham-saham catat top gainers antara lain saham ANTM naik 17,12 persen ke posisi Rp 2.600 per saham, saham BNII menguat 15,79 persen ke posisi Rp 440 per saham, dan saham BBYB mendaki 24,83 persen ke posisi Rp 372 per saham.

Sedangkan saham LMSH melemah 6,88 persen ke posisi Rp 406 per saham, saham PTSP tergelincir 6,83 persen ke posisi Rp 3.000 per saham, dan saham ALDO susut 6,83 persen ke posisi Rp 464 per saham.

Bursa saham Asia sebagian besar menguat. Indeks saham Hong Kong Hang Seng melemah 0,26 persen. Sedangkan indeks saham Korea Selatan Kospi menguat 2,42 persen, indeks saham Jepang Nikkei menanjak 1,6 persen, indeks saham Thailand menguat 1,24 persen, indeks saham Shanghai naik 0,71 persen, indeks saham Singapura mendaki 1,51 persen dan indeks saham Taiwan menguat 1,54 persen.

Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menguat signifikan pada perdagangan Kamis, (7/1/2021). Saham ANTM juga diburu investor seiring transaksi harian jumbo pada Kamis pekan ini.

Transaksi harian saham ANTM tembus Rp 5 triliun. Volume perdagangan saham 1,98 miliar saham. Nilai transaksi harian saham ANTM 191.321 kali. Kapitalisasi pasar saham ANTM Rp 62,48 triliun.

Saham ANTM melonjak 17,12 persen atau 380 poin ke posisi Rp 2.600 per saham. Saham ANTM sempat berada di level tertinggi Rp 2.740 per saham dan terendah Rp 2.600 per saham.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓