Genjot Likuiditas Saham, Emiten Beras Ini Bakal Stock Split

Oleh Agustina Melani pada 07 Jan 2021, 09:30 WIB
Diperbarui 07 Jan 2021, 09:30 WIB
Akhir tahun 2017, IHSG Ditutup di Level 6.355,65 poin
Perbesar
Pekerja tengah melintas di bawah papan pergerakan IHSG usai penutupan perdagangan pasar modal 2017 di BEI, Jakarta, Jumat (29/12). Perdagangan saham di penghujung tahun ini ditutup langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI) akan memecah nominal saham perseroan (stock split). Langkah tersebut untuk meningkatkan likuiditas saham perseroan.

Oleh karena itu, perseroan yang bergerak di bidang pengolahan dan distribusi beras premium bermerek iniĀ  akan meminta restu pemegang saham lewat Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Rabu, 27 Januari 2021.

Salah satu agenda RUPSLB akan membahas dan memutuskan pemecahan nominal saham perseroan. Pemecahan nilai nominal saham HOKI dilakukan untuk meningkatkan likuiditas saham dan meningkatkan daya beli investor terhadap saham perseroan.

Stock split akan dilakukan dengan rasio 1:4 yaitu setiap satu lembar saham perseroan dengan nilai nominal Rp 100 akan diubah menjadi empat lembar saham dengan nilai nominal Rp 25. Demikian mengutip dari keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Kamis, (7/1/2021).

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Gerak Harga Saham HOKI

FOTO: IHSG Akhir Tahun Ditutup Melemah
Perbesar
Papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (30/12/2020). Pada penutupan akhir tahun, IHSG ditutup melemah 0,95 persen ke level 5.979,07. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Pada penutupan perdagangan saham Rabu, 6 Januari 2021, saham HOKI melemah 3,51 persen ke posisi Rp 1.100 per saham. Volume perdagangan saham 65,28 juta saham. Nilai transaksi Rp 72,8 miliar. Total frekuensi perdagangan saham 9.425 kali.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya