IHSG Berpeluang Koreksi, Simak Rekomendasi Saham Pilihan pada 7 Januari 2021

Oleh Dian Tami Kosasih pada 07 Jan 2021, 06:30 WIB
Diperbarui 07 Jan 2021, 06:30 WIB
IHSG Menguat 11 Poin di Awal Tahun 2018
Perbesar
Suasana pergerakan perdagangan saham perdana tahun 2018 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (2/1). Perdagangan bursa saham 2018 dibuka pada level 6.366 poin, angka tersebut naik 11 poin. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,17 persen ke posisi 6.065,68 pada perdagangan saham Rabu, 6 Januari 2021. Lalu bagaimana prediksi IHSG pada Kamis, (7/1/2021) ?

Analis menuturkan, gerak IHSG masih berpotensi melemah meski terbatas. "Kalau saya lihat masih ada kecenderungan tertekan ya, sepanjang Januari hingga Feruari sepertinya akan ada kecenderuan tertekan," ujar Presiden Direktur PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya, saat dihubungi Liputan6.com, Rabu (6/1/2021).

William mengatakan, saham yang tidak memiliki market share cukup besar dinilai sudah melakukan kenaikan terlalu tinggi. Sehingga, saham lain belum merangkak naik. "Memang masih membutuhkan momentum khusus dan timing yang tepat," kata William.

Hal senada dikatakan pengamat pasar modal Hans Kwee.  Hans mengatakan, IHSG masih terkoreksi meski terbatas seiring pembatasan kegiatan dilakukan di Jawa-Bali.

Sementara itu, analis teknikal PT Reliance Securities, Lanjar Nafi mengatakan, IHSG berpotensi kembali tertekan dengan support 6.017-6.118.

2 dari 3 halaman

Cermati Deretan Saham Ini

IHSG Dibuka di Dua Arah
Perbesar
Pekerja melintas di dekat layar digital pergerakan saham di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (14/10/2020). Pada pembukaan perdagangan pukul 09.00 WIB, IHSG masih naik, namun tak lama kemudian, IHSG melemah 2,3 poin atau 0,05 persen ke level 5.130, 18. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Saat disinggung sektor saham yang berpotensi menguat pada Kamis pekan ini, William prediksi sektor saham consumer dan bank dengan pilihan saham antara lain PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).

"Sepertinya kalau ada penurunan juga sudah sedikit terbatas dan reborn potensi lebih besar untuk jangka pendek ya. 1-2 hari ke depan. Consumer  dan finance, kalau ada penurunan lebih terbatas," ujar dia.

Sedangkan Lanjar memilih sejumlah saham untuk dicermati antara lain saham PT Charoen Phokpand Tbk (CPIN), PT Surya Essa Perkasa Tbk (ESSA), PT Japfa Comfeed Tbk (JPFA), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), dan saham PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS).

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓