Seluruh Sektor di Zona Hijau, IHSG Dibuka Melonjak 0,87 Persen

Oleh Maulandy Rizki Bayu Kencana pada 16 Nov 2020, 09:09 WIB
Diperbarui 16 Nov 2020, 09:09 WIB
20170210- IHSG Ditutup Stagnan- Bursa Efek Indonesia-Jakarta- Angga Yuniar
Perbesar
Pengunjung melintasi layar pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (10/2). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona hijau pada pembukaan perdagangan pada awal pekan ini. Seluruh sektor saham berada di zona hijau.

Pada pra pembukaan perdagangan Senin(16/11/2020), IHSG naik 38,97 poin atau 0,71 persen ke level 5.500,03. Pada awal perdagangan, IHSG masih melanjutkan pergerakan di zona hijau dengan naik 46,56 poin atau 0,87 persen ke 5.509,67.

Sementara indeks saham LQ45 juga naik 1,41 persen ke posisi 879,55. Seluruh indeks acuan berada di zona hijau.

Di awal perdagangan ini, IHSG berada di posisi tertinggi pada level 5.518,07. Sedangkan terendah 5.500,03.

Sebanyak 209 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. Kemudian 23 saham melemah dan 152 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham cukup ramai yaitu 26.510 kali dengan volume perdagangan 461,2 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 417,3 miliar

Tercatat, investor asing beli saham di pasar regular mencapai Rp 32,86 miliar. Sedangkan nilai tukar rupiah berada di 14.166 per dolar AS.

Dari 10 sektor pembentuk IHSG, seluruhnya berada di zona hijau. Penguatan dipimpin oleh sektor infrastruktur yang meroket 1,39 persen. Kemudian disusul sektor pertambangan naik 1,22 persen dan sektor konstruksi naik 1,12 persen.

Saham-saham yang menguat antara lain KREN naik 12,50 persen ke Rp 99 per lembar saham. Kemudian INCI naik 9,32 persen ke Rp 880 per saham dan KMDS naik 9,09 persen ke Rp 600 per saham.

Sedangkan saham-saham yang melemah dan mendorong IHSG ke zona merah antara lain PGLI turun 7 persen ke Rp 186 per lembar saham, RONY yang turun 6,83 persen ke Rp 300 per lembar saham dan ARGO turun 6,63 persen ke Rp 1.690 per saham.

2 dari 3 halaman

Penutupan Perdagangan Jumat 13 November 2020

Dilanda Corona, IHSG Ditutup Melesat
Perbesar
Pekerja melintas di layar IHSG di BEI, Jakarta, Rabu (4/3/2020). IHSG kembali ditutup Melesat ke 5.650, IHSG menutup perdagangan menguat signifikan dalam dua hari ini setelah diterpa badai corona di hari pertama pengumuman positifnya wabah corona di Indonesia. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona hijau pada perdagangan Jumat ini. Selama perdagangan hari ini, IHSG lebih banyak berada di zona merah.

Pada penutupan perdagangan saham, Jumat (13/11/2020), IHSG ditutup naik 2,45 poin atau 0,04 persen ke posisi 5.461,05. Sementara, indeks saham LQ45 juga menguat 0,06 persen ke posisi 867,19.

Selama perdagangan, IHSG berada di posisi tertinggi pada level 5.466,56 dan terendah 5.427,63.

Pada sesi penutupan pedagangan, 198 saham perkasa sehingga membawa IHSG di zona hijau. Namun 226 saham terbakar sehingga menahan gerak IHSG. Di luar itu, 178 saham diam di tempat.

Transaksi perdagangan saham sangat ramai. Total frekuensi perdagangan saham 701.606 kali dengan volume perdagangan 12,5 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 8,8 triliun.

Investor asing jual saham Rp 299,88 triliun di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.181.

Dari 10 sektor saham pembentuk IHSG, hanya empat sektor yang menguat yaitu perkebunan yang naik 0,41 persen, sektor pertambangan menguat 0,78 persen, Sektor kontruksi melonjak 0,64 persen dan sektor keuangan naik 0,61 persen.

Sementara sektor saham yang melemah yaitu aneka inudstri yang turun 1,21 persen, sektor infrastruktur melemah 1,02 persen, dan sektor industri dasar turun 0,54 persen.

Saham yang menguat sehingga membawa IHSG ke zona hijau antara lain BGTG yang naik 13,79 persen ke Rp 66 per lembar saham. Kemudian PTIS yang naik 12,41 persen ke Rp 163 per lembar saham dan MTLA yang yang naik 11,39 persen ke Rp 450 per lembar saham.

Saham yang melemah antara lain GLVA yang melemah 6,99 persen ke Rp 346 per lembar saham. Kemudian TIRA turun 6,98 persen ke Rp 240 per lembar saham dan SAFE turun 6,96 persen ke Rp 214 per lembar saham. 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by