Bursa Saham Asia Bergerak Variatif Jelang Pidato Gubernur The Fed

Oleh Athika Rahma pada 27 Agu 2020, 08:15 WIB
Diperbarui 27 Agu 2020, 08:15 WIB
bursa-asia-lemah-140131a.jpg
Perbesar
Bursa saham Asia

Liputan6.com, Jakarta - Saham di Asia Pasifik bergerak beragam pada perdagangan Kamis pagi karena investor menunggu pidato dari Gubernur Federal Reserve AS Jerome Powell.

Dikutip dari CNBC, Kamis (27/8/2020), di Jepang, Nikkei 225 merosot 0,17 persen di awal perdagangan sementara indeks Topix merosot 0,32 persen. Kospi Korea Selatan tergelincir 0,25 persen.

Sementara itu, saham di Australia menguat, dengan S&P/ASX 200 menguat secara frasional. Secara keseluruhan, indeks MSCI Asia ex-Jepang diperdagangkan sekitar 0,1 persen lebih tinggi.

Investor akan menunggu pidato Powell pada Kamis, di mana ia diharapkan untuk memperkenalkan alat era pandemi baru untuk memerangi dampak ekonomi Covid-19 dan mendorong inflasi di AS.

Terkait virus korona, perusahaan bioteknologi Moderna hari Rabu mengumumkan bahwa vaksin virus korona potensial menghasilkan respons kekebalan yang menjanjikan pada pasien lanjut usia selama uji klinis tahap awal.

 

** Saksikan "Berani Berubah" di Liputan6 Pagi SCTV setiap Senin pukul 05.30 WIB, mulai 10 Agustus 2020

2 dari 3 halaman

Perdagangan Sebelumnya

Wall Street Tertekan Kena Imbas Krisis Yunani
Perbesar
Reaksi pasar negatif terhadap penyelesaian utang Yunani membuat indeks saham Dow Jones merosot 348,66 poin ke level 17.598.

Di Wall Street, S&P 500 dan Nasdaq Composite naik ke rekor tertinggi baru. Indeks pasar yang lebih luas naik 1 persen untuk mengakhiri hari perdagangannya di 3.478,73.

Sementara Nasdaq naik 1,7 persen menjadi ditutup pada 11.665,06. Dow Jones Industrial Average naik 83,48 poin, atau 0,3 persen menyelesaikan perdagangann di 28.331,92.

Sedangkan harga minyak sedikit berubah pada pagi hari jam perdagangan Asia, dengan patokan internasional minyak mentah berjangka Brent diperdagangkan di atas garis datar pada level 45,66 per barel. Minyak mentah berjangka AS merosot sekitar 0,1 persen menjadi USD 43,35 per barel.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓