Sebagian Bursa Asia Tertekan karena Penurunan Harga Minyak

Oleh Arthur Gideon pada 28 Apr 2020, 09:00 WIB
Diperbarui 28 Apr 2020, 09:00 WIB
Pasar Saham di Asia Turun Imbas Wabah Virus Corona
Perbesar
Seorang pria melihat layar monitor yang menunjukkan indeks bursa saham Nikkei 225 Jepang dan lainnya di sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo, Senin (10/2/2020). Pasar saham Asia turun pada Senin setelah China melaporkan kenaikan dalam kasus wabah virus corona. (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Liputan6.com, Jakarta - Bursa Asia hanya berubah tipis pada pembukaan perdagangan Selasa pagi karena harga minyak terus tergelincir. Penurunan harga minyak terjadi karena kekhawatiran kapasitas penyimpanan global bakal penuh di tengah pelemahan permintaan.

Mengutip CNBC, Selasa (28/4/2020), indeks acuan Nikkei 225 Jepang turun 0,17 persen. Sementara indeks Topix Jepang juga turun 0,25 persen. Di korea Selatan, Indeks kospi justru naik 036 persen. Sedangkan untuk Australia, indeks S&P/ASX 200 turun 0,23 persen.

Secara keseluruhan, indeks MSCI Asia di luar Jepang diperdagangkan 0,08 persen lebih tinggi.

Harga minyak jatuh di pagi hari jam perdagangan Asia. West Texas Intermediate untuk pengiriman Juni turun 5,56 persen menjadi USD 12,07 per barel. Harga minyak mentah Brent yang menjadi patokan internasional juga turun 2,65 persen menjadi USD 19,46 per barel.

Sementara itu, investor juga terus memantai perkembangan virus Corona. Lebih dari 3 juta orang telah terinfeksi sementara setidaknya 208.131 nyawa telah diambil, menurut data yang dikumpulkan oleh Universitas John Hopkins.

Untuk Wall Street pada perdagangan semalam, Dow Jones Industrial Average ditutup 358,51 poin lebih tinggi pada 24.133,78, penutupan pertama di atas 24.000 sejak 17 April. S&P 500 menambahkan 1,5 persen menjadi 2.878,48. Sementara Nasdaq Composite naik 1,1 persen dan ditutup di 8.730,16.