Kapitalisasi Pasar Saham Indonesia Turun Usai The Fed Pangkas Bunga

Oleh Bawono Yadika pada 29 Sep 2019, 13:00 WIB
Diperbarui 29 Sep 2019, 13:00 WIB
20170210- IHSG Ditutup Stagnan- Bursa Efek Indonesia-Jakarta- Angga Yuniar
Perbesar
Pengunjung melintasi layar pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (10/2). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Performa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan ini terkoreksi sebesar 0,55 persen pada posisi 6.196,889 dari 6.231,473 pada pekan sebelumnya.

Direktur Investa Saran Mandiri Hans Kwee mengatakan, tertekannya indeks di pasar saham karena penurunan suku bunga The Fed.

"Pasar saham dunia kecewa karena tidak ada indikasi penurunan lebih lanjut pada suku bunga. Dan dikhawatirkan penurunan ini adalah penurunan yang terakhir di tahun ini," ujarnya di Jakarta, Minggu (29/9/2019).

Selain itu, dia juga menjelaskan, momentum koreksi indeks saham disebabkan pelonggaran moneter di sejumlah bank sentral dunia.

"Dimulai dari ECB yang menurunkan suku bunganya 10 basis poin dari minus 0,4 persen menjadi minus 0,5 persen. Kebijakan ini di harapkan mendorong laju perekonomian zona Euro dan mampu meningkatkan inflasi. Likuditas di industri keuangan pasti akan lebih longer dengan kebijakan ini," ujarnya.

 

Kapitalisasi Turun

IHSG Menguat 11 Poin di Awal Tahun 2018
Perbesar
Suasana pergerakan perdagangan saham perdana tahun 2018 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (2/1). Perdagangan bursa saham 2018 dibuka pada level 6.366 poin, angka tersebut naik 11 poin. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Yulianto Aji Sadono menyebutkan nilai kapitalisasi pasar selama sepekan juga tertekan sebesar 0,44 persen menjadi Rp 7.123 triliun dari Rp 7.155 triliun pada penutupan minggu lalu.

Bahkan, data rata-rata nilai transaksi harian juga mengalami penurunan sebesar 12,02 persen menjadi Rp 7,75 triliun dari Rp 8,81 triliun pada pekan sebelumnya.

"Kemudian data rata-rata volume transaksi harian BEI mencatatkan perubahan sebesar 2,18 persen menjadi 14,060 miliar unit saham dari 14,374 miliar unit saham di pekan sebelumnya," tuturnya

"Lalu untuk data rata-rata frekuensi transaksi BEI selama sepekan ini mengalami perubahan sebesar 18,88 persen menjadi 429,031 ribu kali transaksi dari 528,906 ribu kali transaksi selama sepekan sebelumnya," lanjut dia.

Sebagai informasi saja, The Fed kembali memangkas suku bunga acuannya 25 basis poin (bps) menjadi kisaran 1,75 persen hingga 2,00 persen. Ini merupakan kali kedua The Fed memangkas suku bunga acuannya setelah sebelumnya pada Juli lalu.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓