Babak Baru Perang Dagang, IHSG Diramal Tertekan

Oleh Bawono Yadika pada 03 Sep 2019, 06:30 WIB
Diperbarui 03 Sep 2019, 06:30 WIB
Awal 2019 IHSG
Perbesar
Pengunjung melintas dekat layar monitor pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (2/1). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan saham 2019 menguat 10,4 poin atau 0,16% ke 6.204. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih akan ditransaksikan melemah pada perdagangan saham Selasa.

Sejumlah analis menilai, memanasnya kembali perang dagang antara AS-China menjadi sentimen global yang akan mempengaruhi laju indeks hari ini.

"China resmi memberlakukan tariff balasan terhadap produk asal Amerika Serikat. Dampak dari kelanjutan perang dagang diperkirakan masih akan mempengaruhi pergerakan," tutur Analis PT Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan, Selasa (3/9/2019).

Adapun pada hari ini pihaknya memproyeksi IHSG akan terkoreksi dengan diperdagangkan dalam rentang support dan resistance di level 6.269-6.325.

Seirama, Analis PT Reliance Sekuritas Lanjar Nafi Taulat menilai IHSG akan bergerak tertahan dengan support resistance di level 6258-6326.

 

2 dari 3 halaman

Rekomendasi Saham

IHSG Menguat 11 Poin di Awal Tahun 2018
Perbesar
Suasana di salah satu ruangan di kantor Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (2/1). Sebelumnya, Perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) 2017 ditutup pada level 6.355,65 poin. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Hari ini, Lanjar merekomendasikan investor untuk membeli saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), dan saham PT H.M Sampoerna Tbk (HMSP).

Sedangkan Dennies menganjurkan saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), serta saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG).

 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓