Bursa Asia Menghijau, IHSG Naik 16,38 Poin

Oleh Agustina Melani pada 11 Jun 2019, 16:22 WIB
Diperbarui 11 Jun 2019, 16:22 WIB
Pasar saham Indonesia naik 23,09 poin
Perbesar
Pekerja mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di salah satu perusahaan Sekuritas, Jakarta, Rabu (14/11). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bertahan di zona hijau pada penutupan perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu bertahan di zona hijau usai sempat melemah.

Pada penutupan perdagangan saham, Selasa (11/6/2019), IHSG menguat 16,38 poin atau 0,26 persen ke posisi 6.305,99. Indeks saham LQ45 naik 0,03 persen ke posisi 1.002,31. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.

Sebanyak 218 saham menguat sehingga mengangkat IHSG ke zona hijau. 185 saham melemah dan 141 saham diam di tempat. Pada Selasa pekan ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.310 dan terendah 6.255.

Total frekuensi perdagangan saham 474.114 kali dengan volume perdagangan saham 11,6 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 8 triliun. Investor asing beli saham Rp 229,95 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.238.

Sebagian besar sektor saham menghijau kecuali sektor saham pertanian turun 0,02 persen, sektor saham aneka industri melemah 0,54 persen, sektor saham industri dasar susut 0,41 persen dan sektor saham konstruksi merosot 0,12 persen.

Sektor saham tambang naik 0,64 persen, dan bukukan penguatan terbesar. Disusul sektor saham infrastruktur naik 0,55 persen dan sektor saham barang konsumsi menguat 0,53 persen.

Saham-saham yang menguat antara lain saham FITT naik 69,61 persen ke posisi Rp 173 per saham, saham CSIS melonjak 28,40 persen ke posisi Rp 104, dan saham ERTX mendaki 20,72 persen ke posisi Rp 134 per saham.

Sedangkan saham-saham yang melemah antara lain saham ARTO merosot 14,45 persen ke posisi Rp 148 per saham, saham KBLV tergelincir 13,93 persen ke posisi Rp 420 per saham, dan saham FIRE terpangkas 10,48 persen ke posisi Rp 5.550 per saham.

Bursa saham Asia kompak menguat. Indeks saham Hong Kong Hang Seng naik 0,76 persen, indeks saham Korea Selatan Kospi mendaki 0,59 persen, dan indeks saham Jepang Nikkei menguat 0,33 persen.

Selain itu, indeks saham Shanghai mendaki 2,58 persen, dan catatkan penguatan terbesar. Disusul indeks saham Singapura menanjak 0,60 persen dan indeks saham Taiwan menguat 0,39 persen.

Analis PT Binaartha Sekuritas, Nafan Aji menuturkan, IHSG sudah berada dalam jenuh beli. Akan tetapi, stabilitas fundamental makroekonomi domestik yang inklusif dan berkesinambungan merupakan sentimen positif bagi IHSG.

Adapun para pelaku pasar mengapresiasi penetapan S&P menaikkan peringkat outlook ekonomi Indonesia dari BBB- menjadi BBB di atas level layak investasi.

Di sisi lain, International for Management Development (IMD) memberikan peringkat daya saing Indonesia semula berada pada posisi 43 menjadi 32.

"Sedangkan dari internasional, kita memasuki era di mana sejumlah bank sentral di berbagai negara berencana untuk menurunkan suku bunga acuan sebagai antisipasi perlambatan pertumbuhan ekonomi," kata dia.

Ia mengatakan, hal-hal ini yang sangat diapresiasi para pelaku pasar sehingga memberikan katalis positif untuk IHSG.

2 dari 4 halaman

Awal Sesi Perdagangan

Pasar saham Indonesia naik 23,09 poin
Perbesar
Pekerja mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di salah satu perusahaan Sekuritas di Jakarta, Rabu (14/11). Pasar saham Indonesia naik 23,09 poin atau 0,39% ke 5.858,29. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka pada dua zona. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.255.

Pada pra pembukaan perdagangan saham, Selasa (11/6/2019), IHSG melemah 2,81 poin atau 0,04 persen ke posisi 6.286,80.

Pada pukul 09.00 waktu JATS, IHSG berbalik arah dengan menguat 7,44 poin atau 0,12 persen ke posisi 6.298,76. Namun kemudian kembali melemah 22,77 poin atau 0,40 persen ke level 6.266,84.

Indeks saham LQ45 juga menguat 0,04 persen ke posisi 1.002,50. Sebagian besar indeks acuan mengalami tekanan.

Sebanyak 127 saham menguat sehingga mengangkat IHSG ke zona hijau. Sedangkan 47 saham melemah dan 118 saham diam di tempat.

Pada awal sesi perdagangan, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.299,51 dan terendah 6.284,68. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 18.106 kali dengan volume perdagangan saham 1,2 miliar saham.

Nilai transaksi harian saham Rp 443 miliar. Investor asing beli saham Rp 1 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.255.

Sebagian besar sektor saham mengalami tekanan. Sektor saham aneka industri memimpin pelemahan 1,55 persen. Disusul sektor saham manufaktur yang turun 0,56 persen dan sektor saham aneka industri melemah 0,50 persen.

Saham-saham catatkan penguatan terbesar antara lain saham FITT naik 69,61 persen ke posisi Rp 173 per saham, saham KOIN melonjak 25 persen ke posisi Rp 330 per saham, dan saham TNCA menanjak 15,67 persen ke posisi Rp 310 per saham.

Sedangkan saham-saham yang melemah dan menekan IHSG antara lain saham KBLV melemah 7,79 persen ke posisi Rp 450 per saham dan saham BACA merosot 6,25 persen ke posisi Rp 270 per saham.

 

3 dari 4 halaman

Perdagangan Kemarin

Tiupan Terompet Warnai Penutupan IHSG 2018
Perbesar
Karyawan memantau pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) 2018 di Kantor BEI, Jakarta, Jumat (28/12). Presiden Joko Widodo atau Jokowi menutup langsung perdagangan IHSG 2018. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Pada perdagangan kemarin, IHSG mampu bergerak perkasa usai libur Lebaran. Aksi beli investor asing menambah tenaga untuk IHSG.

Pada penutupan perdagangan saham, Senin (10/6/2019), IHSG menguat 80,49 poin atau 1,3 persen ke posisi 6.289,61. Indeks saham LQ45 naik 1,94 persen ke posisi 1.001,99. Sebagian besar indeks saham acuan menguat.

Sebanyak 246 saham menghijau sehingga mengangkat IHSG ke zona positif. 170 saham melemah dan 128 saham diam di tempat. Pada awal pekan ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.334,64 dan terendah 6.276,28. 

Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 563.234 kali dengan volume perdagangan 15,8 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 12,7 triliun. Investor asing beli saham Rp 511,40 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.250.

Sebagian besar sektor saham menghijau kecuali sektor saham pertanian melemah 0,73 persen dan sektor tambang susut 0,24 persen.

Sementara itu, sektor saham aneka industri naik 2,38 persen, sektor saham konstruksi menanjak 2,35 persen dan sektor saham infrastruktur mendaki 2,07 persen.

Saham-saham yang menguat antara lain saham KBLV naik 24,49 persen ke posisi Rp 488 per saham, saham KOIN melonjak 23,36 persen ke posisi Rp 264 per saham, dan saham SMRU menanjak 13,87 persen ke posisi Rp 156 per saham.

Sementara itu, saham-saham yang melemah antara lain saham YPAS turun 24 persen ke posisi Rp 342 per saham, saham SRAJ merosot 21,43 persen ke posisi Rp 220 per saham, dan saham DNAR susut 14,97 persen ke posisi Rp 250 per saham.

Bursa saham Asia kompak menghijau. Indeks saham Hong Kong Hang Seng naik 2,27 persen, indeks saham Korea Selatan Kospi mendaki 1,31 persen, dan indeks saham Jepang Nikkei menguat 1,2 persen.

Sedangkan indeks saham Thailand mendaki 0,74 persen, indeks saham Shanghai menguat 0,86 persen, indeks saham Singapura menanjak 0,81 persen dan indeks saham Taiwan menguat 1,51 persen.

Analis PT Binaartha Sekuritas, Nafan Aji menuturkan, stabilitas fundamental makroekonomi domestik yang inklusif dan berkesinambungan merupakan sentimen positif dari domestik.

“Para pelaku pasar mengapresiasi penetapan S&P dalam menaikkan rating outlook ekonomi Indonesia dari BBB- menjadi BBB yakni di atas level layak investasi,” ujar Nafan saat dihubungi Liputan6.com.

Ia menambahkan, di sisi lain, International Institute for Management Development (IMD) memberikan peringkat daya saing Indonesia yang semula berada pada posisi 43 menjadi posisi 32.

“Sedangkan dari internasional, kita memasuki era di mana sejumlah bank sentral di berbagai negara berencana untuk menurunkan suku bunga acuan sebagai antisipasi perlambatan pertumbuhan ekonomi,” tutur dia.

Ia menuturkan, hal-hal ini yang sangat diapresiasi oleh para pelaku pasar sehingga memberikan katalis positif bagi penguatan IHSG dan rupiah di awal pekan ini.

 

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait