IHSG Dibuka Tertekan, Sektor Aneka Industri Pimpin Pelemahan

Oleh Arthur Gideon pada 11 Jun 2019, 09:15 WIB
Diperbarui 11 Jun 2019, 09:15 WIB
Awal 2019 IHSG
Perbesar
Pengunjung melintas dekat layar monitor pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (2/1). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan saham 2019 menguat 10,4 poin atau 0,16% ke 6.204. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka pada dua zona. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.255.

Pada pra pembukaan perdagangan saham, Selasa (11/6/2019), IHSG melemah 2,81 poin atau 0,04 persen ke posisi 6.286,80.

Pada pukul 09.00 waktu JATS, IHSG berbalik arah dengan menguat 7,44 poin atau 0,12 persen ke posisi 6.298,76. Namun kemudian kembali melemah 22,77 poin atau 0,40 persen ke level 6.266,84.

Indeks saham LQ45 juga menguat 0,04 persen ke posisi 1.002,50. Sebagian besar indeks acuan mengalami tekanan.

Sebanyak 127 saham menguat sehingga mengangkat IHSG ke zona hijau. Sedangkan 47 saham melemah dan 118 saham diam di tempat.

Pada awal sesi perdagangan, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.299,51 dan terendah 6.284,68. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 18.106 kali dengan volume perdagangan saham 1,2 miliar saham.

Nilai transaksi harian saham Rp 443 miliar. Investor asing beli saham Rp 1 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.255.

Sebagian besar sektor saham mengalami tekanan. Sektor saham aneka industri memimpin pelemahan 1,55 persen. Disusul sektor saham manufaktur yang turun 0,56 persen dan sektor saham aneka industri melemah 0,50 persen.

Saham-saham catatkan penguatan terbesar antara lain saham FITT naik 69,61 persen ke posisi Rp 173 per saham, saham KOIN melonjak 25 persen ke posisi Rp 330 per saham, dan saham TNCA menanjak 15,67 persen ke posisi Rp 310 per saham.

Sedangkan saham-saham yang melemah dan menekan IHSG antara lain saham KBLV melemah 7,79 persen ke posisi Rp 450 per saham dan saham BACA merosot 6,25 persen ke posisi Rp 270 per saham.

2 dari 3 halaman

Prediksi Analis

20161110-Hari-ini-IHSG-di-buka-menguat-di-level-5.444,04-AY2
Perbesar
Suasana kantor Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (10/11). Dari 538 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia, 181 saham menguat, 39 saham melemah, 63 saham stagnan, dan sisanya belum diperdagangkan. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

IHSG diperkirakan masih akan melanjutkan penguatan pada perdagangan saham Selasa ini. IHSG berpeluang besar ke zona hijau didukung sentimen internal yang kini dinilai masih kondusif hingga eksternal dari Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed.

Dari dalam negeri, Analis PT Artha Sekuritas Juan Harahap menjelaskan, investor mulai masuk kembali ke pasar saham setelah libur panjang Hari Raya Idul Fitri. Begitu pun dengan data inflasi yang baru dirilis juga dinilai baik oleh investor.

"Dari global, penguatan di dorong oleh indikasi the Fed akan menurunkan suku bunga. Hari ini kemungkinan IHSG akan diperdagangkan di kisaran 6.265-6.323," jelasnya di Jakarta, Selasa (11/6/2019). 

Sementara itu, Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi Taulat Ibrahimsyah mengungkapkan, ke depan investor akan menanti beberapa data inflasi utama dari AS hingga Eropa.

Sedangkan dari dalam negeri investor akan menanti data pertumbuhan penjualan sepeda motor, mobil dan pinjaman baru secara tahunan (YoY) dimana semua indikator tersebut diekspektasi tumbuh cukup baik.

Namun, Lanjar justru memperkirakan IHSG dari sisi teknikal menunjukan pelemahan. Sinyal terkoreksi tersebut menurutnya akan membawa IHSG ke rentang support dan resistance 6200-6304.

"Dari Reliance Sekuritas, kami sarankan untuk mulai melakukan aksi ambil untung dengan harga yang terbaik," terangnya.

Adapun pada hari ini dari Reliance Sekuritas menyarankan investor untuk membeli saham PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON), PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA), hingga PT Vale Indonesia Tbk (INCO).

Kemudian dari Artha Sekuritas merekomendasikan saham PT Surya Citra Media Tbk (SCMA), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT PP (Persero) Tbk (PTPP).

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓