Pernyataan Presiden China Sokong Gerak Wall Street

Oleh Arthur Gideon pada 11 Apr 2018, 05:06 WIB
Diperbarui 11 Apr 2018, 05:06 WIB
Perdagangan Saham dan Bursa
Perbesar
Ilustrasi Foto Perdagangan Saham dan Bursa (iStockphoto)

Liputan6.com, Jakarta - Wall Street mampu menguat pada penutupan perdagangan Selasa (Rabu pagi waktu Jakarta). Pendorong penguatan bursa saham di Amerika Serikat (AS) ini karena kekhawatiran investor akan peningkatan perang dagang antara AS dengan China mereda setelah Presiden China Xi Jinping mengeluarkan pernyataan.

Mengutip Reuters, Rabu (11/4/2018), Dow Jones Industrial Average (DJIA) naik 428,9 poin atau 1,79 persen menjadi 24.408. Untuk S&P 500 naik 43,71 poin atau 1,67 persen menjadi 2.656,87. Sedangkan Nasdaq Composite menambahkan 143,96 poin atau 2,07 persen ke 7.094,30.

Xi mengatakan bahwa China akan memperluas akses pasar bagi investor asing. Ini merupakan angin segar bagi Pemerintahan Presiden AS Donald Trump.

Komentar dari Presiden China ini memberikan tenaga kepada pasar saham global termasuk juga AS usai adanya ketegangan perang tarif AS dengan China.

"Komentar Xi tersebut memberikan sinyal bahwa risiko telah berkurang. Oleh sebab itu kami melihat saham teknologi mampu menguat." jelas analis Gradient Investments, Arden Hills, Minnesota, AS, Mariann Montagne.

Saham Facebook menjadi salah satu pendorong penguatan indeks acuan S&P 500 dengan naik 4,5 persen setelah pendirinya yaitu Mark Zuckerberg memberikan kesaksian di harapan Kongres AS.

kenaikan tersebut merupakan presentase keuntungan terbesar dalam hampir dua tahun.

2 dari 2 halaman

Perdagangan kemarin

Perdagangan Saham dan Bursa
Perbesar
Ilustrasi Foto Perdagangan Saham dan Bursa (iStockphoto)

Pada perdagangan sehari sebelumnya, Wall Street juga menguat dipicu melunaknya sikap para pembuat kebijakan di Amerika Serikat (AS) terkait rencana kenaikan tarif impor produk China.

Kenaikan masih terjadi meski di akhir sesi pasar sempat melemah dipicu munculnya laporan jika FBI menyerbu kantor pengacara Presiden Donald Trump.

Wall Street menguat setelah penasihat ekonomi baru Trump Larry Kudlow mengatakan kepada CNBC bahwa presiden mungkin terbuka untuk membentuk koalisi internasional untuk mengatasi masalah perdagangan yang melibatkan China.

Investor akan mencari tanda-tanda langkah China terkait hubungan perdagangan dengan AS, ketika Presiden China Xi Jinping berbicara di konferensi ekonomi Forum Boao pada hari Selasa.

Namun kemudian pasar saham mulai berbalik arah melemah di sore hari, setelah muncul laporan bahwa FBI telah menggerebek kantor Michael Cohen, pengacara pribadi Trump di New York , atas rujukan Penasihat Khusus Robert Mueller.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓