IHSG Berpotensi Lanjutkan Penguatan, Simak Saham Pilihan

Oleh Bawono Yadika pada 10 Apr 2018, 06:30 WIB
Diperbarui 10 Apr 2018, 06:30 WIB
IHSG Menguat 11 Poin di Awal Tahun 2018
Perbesar
Suasana di salah satu ruangan di kantor Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (2/1). Sebelumnya, Perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) 2017 ditutup pada level 6.355,65 poin. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan penguatan pada perdagangan saham Selasa pekan ini. IHSG akan menggeser rentang konsolidasi ke arah yang lebih baik.

"IHSG saat ini masih terlihat cukup kuat dalam mempertahankan support level bahkan cenderung untuk dapat meninggalkannya dan terus berusaha untuk menembus resistance level sehingga dapat menggeser rentang konsolidasi ke arah yang lebih baik," tutur Analis PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Suryawijaya dalam ulasannya, Selasa (10/4/2018).

"Hari ini IHSG berpotensi menguat dan berada pada kisaran 6081 - 6368," tambah dia.

Analis PT Binaartha Parama Sekuritas, Muhammad Nafan Aji juga mengungkapkan hal yang sama. IHSG berpeluang adanya tren kenaikan pada perdagangan Selasa pekan ini.

"IHSG mengindikasikan adanya potensi bullish continuation pada pergerakan indeks saham. IHSG akan menuju ke area resisten pada level 6.269-6.291," ungkapnya.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Prediksi Lain

Sementara itu, Analis Reliance Sekuritas Indonesia, Lanjar Nafi menyatakan IHSG juga akan berpeluang menguat. "IHSG bergerak cenderung terbatas dengan rentan pergerakan 6.137-6.270," ujarnya.

Untuk saham pilihan, William merekomendasikan saham PT Astra International Tbk (ASII), PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), dan PT Gudang Garam Tbk (GGRM).

Sementara itu, Nafan Aji memilih saham PT Central Asia Tbk (BBCA), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Elnusa Tbk (ELSA), serta PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA).

Analis Lanjar memilih saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), dan juga PT Bank Bukopin Tbk (BBKP).

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait