7 Sektor Saham Melemah, IHSG Turun Terbatas

Oleh Agustina Melani pada 06 Apr 2018, 16:18 WIB
Diperbarui 06 Apr 2018, 16:18 WIB
Akhir tahun 2017, IHSG Ditutup di Level 6.355,65 poin
Perbesar
Pekerja tengah melintas di dekat papan pergerakan IHSG usai penutupan perdagangan pasar modal 2017 di BEI, Jakarta, Jumat (29/12). Pada penutupan perdagangan saham, Jumat (29/12/2017), IHSG menguat 41,60 poin atau 0,66 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak variasi dengan kecenderungan melemah pada perdagangan saham Jumat pekan ini.

Pada penutupan perdagangan saham, Jumat (6/4/2018), IHSG melemah tipis 8,17 poin atau 0,13 persen ke posisi 6.175,05. Indeks saham LQ45 tergelincir 0,09 persen ke posisi 1.007,58. Seluruh indeks saham acuan kompak melemah.

Sebanyak 192 saham melemah sehingga menekan IHSG. 151 saham menguat sehingga menahan pelemahan IHSG. 122 saham di tempat. Menjelang akhir pekan ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.192,42 dan terendah 6.165,20.

Total frekuensi perdagangan saham sekitar 330.110 kali dengan volume perdagangan saham 8,1 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 5 triliun. Investor asing jual saham Rp 261,99 miliar di seluruh pasar. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 13.771.

Sebagian besar sektor saham melemah kecuali sektor saham barang konsumsi naik 0,57 persen, sektor saham infrastruktur mendaki 0,18 persen dan sektor saham infrastruktur menguat 0,09 persen.

Sektor saham aneka industri melemah 0,91 persen, dan catatkan penurunan terbesar. Sektor saham keuangan turun 0,45 persen dan sektor saham infrastruktur tergelincir 0,35 persen.

Saham-saham yang menguat tajam menjelang akhir pekan antara lain saham ABBA naik 34,72 persen ke posisi Rp 97, saham GDST melonjak 25,47 persen ke posisi Rp 133, dan saham RBMS menguat 24,79 persen ke posisi Rp 292 per saham.

Sedangkan saham-saham yang melemah antara lain saham SMGR merosot 4,09 persen ke posisi Rp 10.550, saham BBRM melemah 3,45 persen ke posisi Rp 112 per saham dan saham BBKP susut 2,91 persen ke posisi Rp 500 per saham.

Analis PT Indosurya Sekuritas, William Suryawijaya menilai IHSG masih konsolidasi. Pelaku pasar menanti laporan keuangan kuartal I 2018 yang akan rilis akhir April 2018.

“Masih konsolidasi. Pelaku pasar menanti laporan keuangan pada kuartal I 2018,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.

 

2 dari 2 halaman

Awal Sesi, IHSG Bervariasi

Akhir tahun 2017, IHSG Ditutup di Level 6.355,65 poin
Perbesar
Pekerja tengah melintas di bawah papan pergerakan IHSG di BEI, Jakarta, Jumat (29/12). Karena hal tersebut, Jokowi memberi apresiasi kepada seluruh pelaku industri maupun otoritas pasar modal. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di dua arah pada perdagangan saham Jumat pagi ini. IHSG mencoba break out bearish trend line di akhir pekan.

Pada pra pembukaan perdagangan saham, Jumat (6/4/2018), IHSG naik 1,78 poin atau 0,03 persen ke posisi 6.192,42. Pada pukul 09.04 WIB, IHSG berbalik arah dan melemah 11,82 poin atau 0,20 persen ke posisi 6.172,47. Indeks saham LQ45 melemah 0,31 persen. Sebagian besar indeks saham acuan kompak berada di zona merah.

Sebanyak 108 saham menguat tetapi tak mampu mendorong IHSG ke zona hijau. Sedangkan 112 saham melemah dan 104 saham diam di tempat. Pada Jumat pagi, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.192,42 dan terendah 6.167,18.

Total frekuensi perdagangan saham 37.351 kali dengan volume perdagangan 1,2 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 640 miliar.

Investor asing beli saham Rp 8 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat di kisaran Rp 13.767.

Sebagian besar sektor pembentuk IHSG bergerak melemah dan hanya dua sektor yang mampu menguat yaitu industri dasar dan konstruksi. Sektor Aneka industri turun 0,54 persen can mencatatkan pelemahan terbesar dan disusul oleh sektor barang konsumsi yang turun 0,28 persen.

Saham-saham yang catatkan penguatan antara lain saham INPS naik 50 persen ke posisi Rp 414, saham HDFA menguat 31,49 persen ke posisi Rp 238 dan saham PNSE menanjak 21,03 persen ke posisi Rp 1.295 per saham.

Sedangkan saham-saham yang melemah antara lain saham KONI turun 24 persen ke posisi Rp 212, saham DNAR melemah 6,90 persen ke posisi Rp 270, dan saham OASA tergelincir 6 persen ke posisi Rp 250 per saham.

 

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait