BEI Bidik Kapitalisasi Pasar hingga Rp 7.000 Triliun

Oleh Achmad Dwi Afriyadi pada 31 Okt 2017, 18:30 WIB
Diperbarui 31 Okt 2017, 18:30 WIB
20160502-BEI Lakukan Perubahan Fraksi Harga Baru
Perbesar
Pekerja tengah melintas di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (2/5).PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan perubahan fraksi harga yang baru yang dimulai Senin, 2 Mei. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Manajemen PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus mendorong pengembangan pasar modal. BEI manargetkan, kapitalisasi pasar saham dalam 3-6 bulan ke depan Rp 7.000 triliun.

Direktur Utama BEI Tito Sulistio optimistis target tersebut tercapai. Dia berambisi menyamai kapitalisasi pasar perbankan.

"Itu kerja bursa dalam 3- 6 bulan harus market kapitalisasi di atas Rp 7000 triliun di kita, akan sama dengan market kapitalisasi perbankan," kata dia di Jakarta, Selasa (31/10/2017).

Tito mengatakan, kapitalisasi pasar di BEI saat ini sekitar Rp 6.700 triliun sehingga, perlu tambahan Rp 300 triliun lagi. Tugas BEI, lanjut dia, menambah produk di pasar modal.

"Kita bicara market kapitalisasi. Tugas bursa menyiapkan produk. Kita percaya 3-4 bulan ke depan market kapitalisasi kita akan jadi di atas Rp 7.000 triliun. Saat ini Rp 6.700 triliun," jelas dia.

Sejalan itu dengan itu, BEI terus mendorong jumlah emiten baru. Lalu, terus memperbaiki infrastruktur di BEI. "Kalau market kapitalisasi tugas saya cari emiten sebanyak mungkin, menjaga infrastruktur, kalau emiten tambah banyak, market kapitalisasi banyak, produk banyak. Tugas kami Bursa adalah menyiapkan pasarnya menyiapkan targetnya," jelas dia.

Berdasarkan data BEI, kapitalisasi pasar saham tertinggi mencapai Rp 6.666 triliun pada 25 Oktober 2017. Hingga Oktober 2017, ada 27 perusahaan yang mencatatkan saham di BEI. Kapitalisasi pasar saham merupakan salah satu indikator perkembangan bursa saham. Kapitalisasi pasar menunjukkan nilai efek yang tercatat di bursa saham.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

 

2 dari 2 halaman

Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp 6.600 Triliun

Sebelumnya kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menciptakan rekor baru. Beberapa menit usai pembukaan sesi pertama perdagangan saham, Senin 23 Oktober 2017, kapitalisasi pasar BEI menembus angka Rp 6.602,76 triliun.

Senin pagi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di level 5.946,15 atau naik 0,28 persen dibandingkan penutupan perdagangan akhir pekan lalu di kisaran 5.929,54. IHSG sempat menguat ke level 5.926,58 sebelum terus melanjutkan penguatan di perdagangan Senin pagi ini.

Pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu, IHSG kembali melanjutkan penguatannya sepanjang periode 16-20 Oktober 2017 sebesar 0,09 persen ke posisi 5.929,54 dari level 5.924,12 pada akhir pekan sebelumnya.

Kenaikan IHSG juga diikuti kenaikan kapitalisasi pasar sebesar 0,12 persen menjadi Rp 6.518,07 triliun pada pekan ini dari Rp 6.509,77 triliun pada akhir pekan lalu.

Sepanjang pekan lalu rata-rata nilai transaksi harian BEI juga meningkat 33,33 persen menjadi Rp 9,28 triliun dari Rp 6,96 triliun sepekan sebelumnya.

Rata-rata volume transaksi harian BEI juga naik 12,26 persen menjadi 10,25 miliar unit saham dari 9,13 miliar unit saham pada pekan sebelumnya.

Sedangkan rata-rata frekuensi transaksi harian BEI yang pada pekan lalu kenaikannya 14,33 persen menjadi 329,47 ribu kali transaksi dari 288,15 ribu kali transaksi.

Lanjutkan Membaca ↓