Kapitalisasi Pasar Bursa Indonesia Dekati Rekor Tertinggi

Oleh Achmad Dwi Afriyadi pada 12 Jul 2016, 11:32 WIB
Diperbarui 12 Jul 2016, 11:32 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih melanjutkan penguatan pada perdagangan saham Selasa pekan ini.
Perbesar
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih melanjutkan penguatan pada perdagangan saham Selasa pekan ini.

Liputan6.com, Jakarta - Pasar modal Indonesia terus bergerak di zona hijau seiring pengesahan Undang-Undang Pengampunan Pajak (tax Amnesty) oleh Dewan Perwakilan akyat (DPR) dua pekan lalu. Terus menguatnya pasar modal Indonesia tersebut mendorong kenaikan kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga mencapai Rp 5.500 triliun.

Direktur Utama BEI Tito Sulistio mengatakan, kapitalisasi tersebut mendekati rekor tertinggi yang selama ini telah tercipta. Terakhir, kapitalisasi pasar BEI mencapai Rp 5.560 triliun.

"‎Kebetulan momentum sekarang bagus,‎ kemarin PT Telekomunikasi Indonesia Tbk kapitalisasi pasar atau market capitalization Rp 400 triliun, itu rekor. Mendorong market capitalization total jadi Rp 5.500 triliun. Kalau Market capitalization terbesar sepanjang sejarah Rp 5.560 triliun. Moga-moga kita bisa lampaui itu," kata dia di Gedung Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jakarta, Selasa (12/7/2016).

Frekuensi perdagangan saham pun juga mendekati rekor. Dia menuturkan, frekuensi tertinggi di BEI mencapai 373.400 kali. "‎Frekuensi terbesar selama sejarah tahun 2014 adalah 373.400 kemarin 368.000 ribu. Insya Allah," tambah dia.

Kondisi pasar modal Indonesia tidak hanya dipengaruhi hanya satu faktor. Dia mengatakan, selain pengampunan pajak, kondisi saat ini dipengaruhi oleh perbaikan di BEI itu sendiri. "Kalau di pasar modal tidak pernah satu faktor. Kalau dia mau, barangnya tidak bagus, dia tidak mau. Berita bagus, barangnya tidak bagus, dana tidak ada, bursanya tidak konsisten, broker tidak kuat, tidak mau juga,"‎tandas dia.

Untuk diketahui, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih melanjutkan penguatan pada perdagangan saham Selasa pekan ini. Penguatan IHSG didorong dari bursa saham global terutama bursa Asia yang menguat.

Pada pra pembukaan perdagangan saham, Selasa (12/7/2016), IHSG naik 23,14 poin atau 0,46 persen ke level 5.092,16. Penguatan IHSG tersebut berlanjut pada pukul 09.00 WIB. IHSG menguat 24,97 poin atau 0,50 persen ke level 5.093,49. Indeks saham LQ45 naik 0,84 persen ke level 879,53. Seluruh indeks saham acuan kompak menguat.

Ada sebanyak 111 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. Sedangkan 22 saham melemah dan 72 saham lainnya diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 14.755 kali dengan volume perdagangan 208,4 juta saham. Nilai transaksi harian saham sekitar Rp 338 miliar.

Pada Selasa pagi ini, IHSG sempat sentuh level tertinggi 5.106,04 dan terendah 5.090,85. Investor asing melakukan aksi beli bersih sekitar Rp 66 miliar. Sedangkan pemodal lokal melakukan aksi jual bersih sekitar Rp 67 miliar. 

 

**Ingin mendapatkan informasi terbaru tentang Ramadan, bisa dibaca di sini.