Sektor Konstruksi Dorong Penguatan IHSG

Oleh Arthur Gideon pada 19 Apr 2016, 16:22 WIB
Diperbarui 19 Apr 2016, 16:22 WIB
Pengamat Ekonomi Beberkan Bumerang Untuk Jokowi
Perbesar
Pegawai Bursa Efek Indonesia mengamati pegerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Jakarta, Rabu (22/10/2014) (Liputan6.com/Andrian M Tunay)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak menguat pada perdagangan saham Selasa pekan ini. Pelemahan indeks kemarin tidak berlanjut pada perdagangan hari ini.

Pada penutupan perdagangan saham, Selasa (19/4/2016), IHSG naik 16,39 poin atau 0,34 persen ke level 4.881,93. Indeks saham LQ45 naik 0,32 persen ke level 847,64. Seluruh indeks saham acuan menghijau kecuali indeks saham Infobank15 melemah 0,59 persen ke level 513,06.

Ada sebanyak 159 saham menghijau sehingga mengangkat IHSG. Akan tetapi, 110 saham melemah sehingga menahan penguatan IHSG. 103 saham lainnya diam di tempat.

Transaksi perdagangan saham normal. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 243.400 kali dengan volume perdagangan saham 5,7 miliar saham. Nilai transaksi harian saham sekitar Rp 5,9 triliun.

Pada awal pekan ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 4.886,49 dan terendah di kisaran 4.864,89. Investor asing membeli saham mencapai Rp 156 miliar. Sedangkan pemodal lokal melakukan aksi jual sekitar Rp 156 miliar.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham menguat kecuali sektor saham keuangan melemah 0,54 persen dan sektor saham perdagangan susut 0,30 persen.

Sektor saham konstruksi mendaki 2,32 persen, dan membukukan penguatan terbesar di awal pekan ini. Sektor saham pertambangan menanjak 1 persen dan sektor saham barang konsumsi naik 0,82 persen.

Saham-saham yang menguat dan sebagai penggerak indeks saham antara lain saham TBMS naik 19,44 persen ke level Rp 8.600 per saham, saham UNVR mendaki 2,42 persen ke level Rp 45.475 per saham, dan saham LPGI menanjak 14,82 persen ke level Rp 4.880 per saham.

Sedangkan saham-saham tertekan antara lain saham ICON melemah 9,76 persen ke level Rp 268 per saham, saham ARII merosot 9,65 persen ke level Rp 365 per saham, dan saham CMPP susut 9,63 persen ke level Rp 122 per saham.

Kepala Riset PT Universal Broker Securities, Satrio Utomo menuturkan, kekhawatiran IHSG akan koreksi akibat kejatuhan harga minyak WTI ternyata tidak memberikan dampak negatif. "Sedangkan Tekanan jual yang terjadi pada saham-saham perbankan, kemarin sudah terlihat menghilang," jelasnya.

Menjelang pengumuman kinerja emiten di kuartal I 2016, pelaku pasar sepertinya terus melakukan akumulasi pada sektor pertambangan, properti, konstruksi dan konsumer. (Gdn/Zul)