Harga BBM Bersubsidi Turun, Ini Sektor Saham yang Diuntungkan

Oleh Agustina Melani pada 19 Jan 2015, 12:23 WIB
Diperbarui 19 Jan 2015, 12:23 WIB
BBM Jenis Premium Kembali Diturunkan
Perbesar
Sejumlah mobil mengantri bahan bakar minyak di SPBU Cikini, Jakarta, Jumat (16/1/15). (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah telah menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, elpiji 12 kilo gram (Kg), dan semen mulai Senin 19 Januari 2015. Langkah pemerintah itu dinilai berdampak positif ke sejumlah sektor saham di pasar modal Indonesia.

Dalam riset PT KDB Daewoo Securities menyebutkan, harga BBM bersubsidi, elpiji 12 Kg, dan semen yang turun berdampak positif ke bursa saham. Hal itu dapat meningkatkan gairah pelaku pasar untuk saham-saham di Indonesia.

Sektor saham terutama perusahaan yang memiliki biaya operasional tinggi untuk bahan bakar minyak mendapatkan dampak positif dengan penurunan harga BBM bersubsidi. Oleh karena itu, analis PT Daewoo Securities Indonesia memberikan rekomendasi ke pelaku pasar untuk memperhatikan sektor saham transportasi terutama ritel.

Hal senada dikatakan Direktur PT Investa Saran Mandiri Hans Kwee. Secara keseluruhan, sektor saham di bursa mendapatkan sentimen positif dari penurunan harga BBM dan semen. Sektor saham infrastruktur, konstruksi, perusahaan logistik, transportasi dan otomotif ikut positif dengan langkah pemerintah tersebut.

"Komponen COGS logistik dan transportasi adalah BBM. Kalau turun tentu menguntungkan. Di sisi lain ongkos turun tidak turun. Dengan harga BBM turun juga membuat orang cenderung membeli mobil dan motor sehingga mendorong kinerja perusahaan otomotif," kata Hans, saat dihubungi Liputan6.com, Senin (19/1/2015).

Namun sisi lain, harga semen turun, Hans menilai, hal itu dapat menekan kinerja emiten semen. Meski demikian, Analis PT First Asia Capital David Sutyanto menilai, harga BBM turun juga dapat menguntungkan emiten semen. Lantaran biaya terbesar dari emiten semen itu adalah transportasi.

2 dari 2 halaman

Saham-saham Pilihan

IHSG
Perbesar
(Foto: Antara)

Saham-saham Pilihan

Sementara itu, dalam riset PT Sucorinvest Gani menyebutkan, saham-saham yang diuntungkan oleh penurunan harga BBM dan semen antara lain PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), dan PT Ciputra Development Tbk (CTRA).

Sedangkan kontruksi yang dapat dicermati yaitu saham PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT PP Tbk (PTPP), PT Waskita Karya Tbk (WSKT), dan PT Adhi Karya Tbk (ADHI).

Untuk sektor barang konsumen yaitu saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM), ICBP, PT Tiga Pilar Sejahtera Tbk (AISA), dan PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS).

Hans memilih saham PT Astra International Tbk (ASII), PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI), dan PT Blue Bird Tbk (BIRD) untuk dicermati pelaku pasar.

Pemerintah telah menurunkan harga BBM bersubsidi jenis Premium menjadi Rp 6.600, solar turun jadi Rp 6.400, dan harga semen turun Rp 3.000 per sak mulai 19 Januari 2015. (Ahm/)

Lanjutkan Membaca ↓