Kapitalisasi Pasar Saham China Geser Jepang

Oleh Agustina Melani pada 30 Nov 2014, 07:32 WIB
Diperbarui 30 Nov 2014, 07:32 WIB
Bursa Saham Asia
Perbesar
(Foto: Reuters)

Liputan6.com, Beijing - Tak hanya pertumbuhan ekonomi saja yang besar, China juga mampu melampaui Jepang untuk pasar saham terbesar kedua di dunia pada pertama kalinya dalam tiga tahun ini.

Hal itu dipicu dari kepercayaan investor yang berkembang terhadap langkah kebijakan pemerintah China untuk menghidupkan kembali perekonomian dengan stimulus moneter.

Berdasarkan data Bloomberg, Jumat 28 November 2014, kapitalisasi pasar saham China naik menjadi US$ 4,48 triliun kemarin setelah kenaikan indeks saham sebesar 33 persen pada 2014. Sementara itu, kapitalisasi pasar saham Jepang merosot ke US$ 4,46 triliun, dan turun 3,2 persen sejak akhir Desember.

China sempat menjadi pasar saham terbesar kedua di belakang Amerika Serikat (AS) pada Maret 2011 setelah gempa bumi terjadi Jepang memberikan tekanan ke indeks saham di Tokyo. Yen melemah juga memainkan peran terhadap nilai pasar saham Jepang yang menyusut. Sementara itu, pertumbuhan nilai kapitalisasi pasar

Bursa saham China dibantu oleh kembalinya penawaran umum perdana/initial public offering (IPO) pada Januari 2014 setelah lebih dari satu tahun dibekukan. Hal ini menandai sebuah perubahan untuk pasar saham yang sebelumnya mencatatkan prestasi kurang naik dari akhir 2010 hingga pertengahan tahun lalu.

Otoritas bursa saham China juga memberikan akses kepada investor asing melalui cross border offering bursa saham Shanghai-Hong Kong. Kebijakan ini juga dinilai dapat menarik investor asing, seperti dikutip dari laman Bloomberg, Minggu (30/11/2014)

Indeks saham Shanghai pun telah naik tiga kali lipat dari indeks saham Jepang Topix pada 2014. Indeks saham Jepang Topix telah naik 6,9 persen sepanjang 2014.

Adapun kontribusi kapitalisasi terbesar untuk bursa saham China didominasi emiten bank. Industrial and Commercial Bank of China Ltd mencatatkan kapitalisasi pasar saham US$ 223,1 miliar. Disusul kapitalisasi pasar saham Agricultural Bank of China Ltd dan China Merchants Bank Co.

Kepala Riset Aviate Global LLP, Douglas Morton merekomendasikan tetap membeli saham China. Menurut dia, kebijakan pemerintah mendukung perekonomian China untuk memenunhi target pertumbuhannya. "Kami mengharapkan kebijakan yang lebih mendukung, dan persyaratan cadangan rasio juga dapat dipotong," kata Douglas Morton.

Sebelumnya pertumbuhan ekonomi China telah melampaui Jepang untuk ekonomi terbesar kedua di dunia pada 2010. Produk domestik bruto China mencapai US$ 9,2 triliun pada 2013, sekitar 89 persen lebih besar dari Jepang. (Ahm/)