Kinerja Cerah, Kapitalisasi Pasar Saham BRI Geser Telkom

Oleh Agustina Melani pada 14 Mar 2014, 12:54 WIB
Diperbarui 14 Mar 2014, 12:54 WIB
Perbesar
Layar pergerakan nilai saham. Meski Presiden SBY mengkritik BEI karena kebijakan libur lebaran yang terlalu lama namun IHSG pada penutupan perdagangan sesi pertama menembus rekor baru.(Antara)

Liputan6.com, Jakarta - Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menggeser posisi PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) untuk kapitalisasi saham terbesar Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di pasar modal Indonesia pada pertengahan Maret 2014.

 

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencatatkan kapitalisasi pasar saham mencapai Rp 227,73 triliun pada 13 Maret 2014.  Posisi kapitalisasi pasar saham BRI mencapai Rp 177 triliun pada 31 Desember 2013.

 

Dengan kapitalisasi pasar saham Rp 227 triliun itu menggeser posisi PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM).
Emiten telekomunikasi pelat merah ini mencatatkan kapitalisasi pasar saham senilai Rp 220,75 triliun di BEI. Sebelumnya kapitalisasi pasar saham Telkom mencapai Rp 216,71 triliun pada 31 Desember 2013. Posisi selanjutnya dipegang oleh PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang mencatatkan kapitalisasi pasar saham senilai Rp 214,82 triliun.

 

Analis PT AM Capital, Viviet S Putri menuturkan, kinerja keuangan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk yang baik pada 2013 didukung dari pendapatan bunga. Hal itu membuat perseroan mampu lebih unggul kinerjanya dari Telkom yang kontribusi utamanya masih dari Telkomsel.

 

Hal senada dikatakan Analis PT Trust Securities, Reza Priyambada. Reza menambahkan, kinerja keuangan BRI yang baik pada 2013 membuat sahamnya diburu pelaku pasar.

 

Pendapatan bunga bersih PT Bank Rakyat Indonesia Tbk naik 20,89% menjadi Rp 44,10 triliun sepanjang 2013 dari posisi 2012 sebesar Rp 36,48 triliun.  Perseroan mencatatkan kenaikan laba ke pemilik entitas induk sebesar 14,25% secara year on year menjadi Rp 21,34 triliun pada 2013.

 

Viviet menuturkan, pangsa pasar BRI lebih menengah ke bawah dan Usaha Kecil Menengah (UKM) juga memberikan sentimen positif untuk kinerja perseroan. Sementara perbankan lainnya berdampak signifikan dari naiknya suku bunga dan pembatasan loan to value dari pembelian properti.

 

"Selain itu, dividen pay out ratio dari perbankan terutama BRI saat ini di 30% tampaknya masih lebih bagus dari pada Telkom," ujar Viviet saat dihubungi Liputan6.com, Jumat (14/3/2014).

 

Sementara itu, Kepala Riset PT Bahana Securities, Harry Su mengatakan, suku bunga acuan/BI Rate tetap di 7,5% memberikan sentimen positif untuk saham perbankan. Hal itu mendongkrak harga saham bank.

 

Saham BUMN yang mencatatkan kapitalisasi saham besar lainnya antara lain PT Perusahaan Gas Negara Tbk dengan memiliki kapitalisasi pasar saham Rp 125,44 triliun. Lalu PT Bank Negara Indonesia Tbk membukukan kapitalisasi pasar saham senilai Rp 89,63 triliun.

 

Saat ini, ada 20 BUMN yang mencatatkan saham di pasar modal Indonesia. Berdasarkan data OJK, kapitalisasi pasar saham BUMN mencapai Rp 968,45 triliun pada 31 Desember 2013. Jumlah itu sekitar 22,95% dari total kapitalisasi pasar saham BEI.