Anak Usaha Multipolar Terbitkan Obligasi US$ 30 Juta

Oleh Agustina Melani pada 05 Mar 2014, 09:07 WIB
Diperbarui 05 Mar 2014, 09:07 WIB
ihsg-naik-140206b.jpg
Perbesar

Liputan6.com, Jakarta PT Multipolar Tbk (MLPL) melalui anak usahanya Pacific Emerald Pte Ltd akan menerbitkan obligasi senior US$ 30 juta. Dana hasil penerbitan obligasi digunakan untuk keperluan umum perusahaan.


Obligasi tersebut jatuh tempo pada 2018.  Kupon bunga yang ditawarkan oleh perseroan mencapai 9,75%. "Ini merupakan obligasi tambahan. Penerbitan obligasi itu juga dikonsolidasikan dengan obligasi senior yang diterbitkan pada 25 Juli 2013 oleh Pacific Emerald," kata Sekretaris Perusahaan PT Multipolar Tbk, Chrysologus Sinulingga dalam keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (5/3/2014).


Pacific Emerald telah menerbitkan obligasi sekitar US$ 200 juta pada 25 Juli 2013. Pacific Emerald telah menandatangani subcription agreement dengan Citigroup Global Market Singapore Pte., Ltd, Deutsche Bank AG, Singapore Branch, dan Nomura.


Dana hasil penerbitan obligasi tambahan ini akan digunakan untuk membiayai keperluan umum perusahaan, dan mendanai debt service reserve account yang merupakan rekening khusus untuk keperluan pembayaran bunga enam bulanan atas nilai pokok obligasi tambahan.


Perseroan bersama sejumlah anak perusahaan yaitu PT Nadya Putra Investama, PT Matahari Pacific, PT Prima Wira Utama, PT Reksa Puspita Karya, PT Prima Cakrawala Sentosa, PT Prima Mentari Persada, PT Surya Asri Lestari, PT Mentari Sinar Persada, PT Prima Gerbang Persada, PT Gratia Prima Indonesia, PT Nadya Prima Indonesia, dan PT Panca Megah Utama memberikan jaminan.


"Nilai transaksi penerbitan obligasi awal dan tambahan ini lebih dari 20% ekuitas perseroan namun kurang dari 50% ekuitas perseroan berdasarkan laporan keuangan konsolidasi perseroan sehingga transaksi ini merupakan transaksi material," kata Chrysologus.


Pada perdagangan saham Selasa (4/3/2014), saham MLPL naik 0,23% ke level Rp 441 per saham. Nilai transaksi saham perdagangan sekitar Rp 6,2 miliar.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya