Menilik Ragam Pilihan Tape, Olahan Fermentasi Khas Indonesia

Oleh Switzy Sabandar pada 04 Okt 2022, 18:00 WIB
Diperbarui 04 Okt 2022, 18:00 WIB
tape singkong
Perbesar
ilustrasi tape singkong/copyright by Mejini Neskah (Shutterstock)

Liputan6.com, Yogyakarta - - Tape merupakan makanan tradisional khas Indonesia yang terbuat dari singkong. Tape diolah dengan cara difermentasi, yang membuat teksturnya menjadi lebih lunak.

Umumnya tape hanya dibuat dalam skala industri kecil rumahan secara tradisional. Tape menjadi salah satu sajian khas yang bisa dijadikan oleh-oleh karena memiliki masa simpan yang cukup lama.

Terkait jenis tape, ada sejumlah olahan yang bisa dijadikan pilihan. Beberapa olahan ini umumnya terbuat dari singkong dan beras ketan.

1. Tape singkong

Sesuai namanya, tape singkong terbuat dari ubi kayu atau singkong. Singkong yang berwarna putih atau kuning adalah singkong yang umumnya digunakan untuk membuat panganan ini.

Dari kedua bahan tersebut, singkong kuning lebih disukai karena dinilai memiliki tekstur daging yang lebih halus tanpa serat kasar. Selain bahan dasar, pengemasan singkong yang dipotong lebih kecil dan dibungkus daun pisang biasanya juga lebih disukai.

Fermentasi yang umumnya lebih sempurna saat menggunakan daun pisang membuat tape yang dibungkus daun pisang terasa lebih lezat. Selain itu, daun pisang juga memberikan aroma khas yang menggugah selera.

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

Saksikan video pilihan berikut ini:


Peuyeum

2. Peuyeum

Sama-sama terbuat dari singkong, tetap ada perbedaan antara peyeum dan tape singkong. Perbedaan yang paling jelas terletak pada cara pembuatannya.

Ragi yang digunakan untuk membuat fermentasi peuyeum dilumurkan ke seluruh permukaan singkong dua kali lebih banyak daripada tape singkong biasa. Secara tekstur, peuyeum terasa lebih keras dibandingkan tape singkong.

3. Tape ketan putih

Tape ketan putih juga melibatkan proses fermentasi dengan ragi. Bedanya adalah bahan utamanya.

Tape ketan putih tidak terbuat dari singkong, melainkan beras ketan putih. Pembuatan makanan ini biasanya dilakukan dengan menggunakan besek, daun pisang, atau wadah kemasan plastik.

Tape ketan putih sering digunakan pada resep bolu tape karena warnanya yang putih tidak akan mempengaruhi tampilan warna bolu. Selain itu, panganan ini juga dijadikan hidangan khas Banyuwangi, yakni es kacang hijau ketan putih.

 


Tape Ketan Hijau

4. Tape ketan hijau

Bahan dan proses pembuatan tape ketan hijau sebenarnya sama dengan tape ketan putih. Bedanya, tape ketan hijau menggunakan tambahan pewarna hijau, sehingga dijuluki tape ketan hijau.

Warna hijau dari sajian ini umumnya didapat dari air ekstrak daun suji. Sajian ini juga bisa dikreasikan menjadi aneka sajian, seperti puding tape, es doger, kolak, dan lainnya.

5. Tape ketan hitam

Berbeda dengan tape ketan putih dan tape ketan hijau, bahan utama tape ketan hitam menggunakan beras ketan hitam. Namun, proses pembuatannya sama dengan tape ketan pada umumnya.

Warna gelap pada tape ketan hitam membuat sajian ini sering dijadikan bahan utama dalam pembuatan brownies tape ketan dan kue mangkok tape ketan. Tape ketan hitam juga sangat populer sebagai cemilan khas Sulawesi Selatan.

 

Penulis: Resla Aknaita Chak

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya