Meneladani Sikap Sederhana Sang Pahlawan Revolusi MT Haryono yang Nyaris Jadi Dokter

Oleh Sefan Angeline Reba pada 01 Okt 2022, 13:00 WIB
Diperbarui 01 Okt 2022, 13:00 WIB
[Bintang] Mengenal Pahlawan Revolusi
Perbesar
Letnan Jenderal TNI Anumerta Mas Tirtodarmo Haryono | Via: id.wikipedia.org

Liputan6.com, Jakarta - Pahlawan revolusi Letnan Jenderal Mas Tirtodarmo Haryono atau biasa dikenal MT Haryono merupakan salah satu tokoh yang terbunuh saat peristiwa G30S PKI

MT Haryono lahir di Surabaya, Jawa Timur pada 20 Januari 1924. Kemudian, ia meninggal di Lubang Buaya pada 1 Oktober 1965, tepatnya berusia 41 tahun.

Semasa kecilnya, MT Haryono hidup sebagai putera seorang jaksa di Sidoarjo. Ia mengawali pendidikannya dengan masuk sekolah dasar di HIS (Hollands Inlandsche School) dan dijuluki sebagai pemimpin “Si Kepala Macan” karena wataknya yang keras. 

MT Haryono merupakan tokoh yang berpendidikan. Ia sempat belajar di Ika Dai Gakko yang merupakan perguruan tinggi kedokteran, karena memang ingin menjadi dokter. Baru 3 tahun lamanya MT Haryono belajar di sana, tiba-tiba Jepang menyerah dan Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya. 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

FOTO: Mengenang Jasa Pahlawan di Monumen Pancasila Sakti
Perbesar
Pengunjung melihat foto pahlawan revolusi di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Jumat (1/10/2021). Monumen Pancasila Sakti menjadi salah satu tempat untuk mengenang jasa pahlawan pada Hari Kesaktian Pancasila berkaitan dengan peristiwa G30S. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Dari sanalah, MT Haryono mulai mengawali karir dalam bidang militer. Ia merasa sebagai pemuda Ika Dai Gakko harus berada di garda terdepan dan menceburkan diri dalam kancah perjuangan militer.

Kesederhanaan

MT Haryono selama perjuangannya tidak sempat memikirkan tentang hal pernikahan. Namun, saat itu ia telah menjatuhkan pilihannya kepada Mariatni untuk membangun rumah tangga yang diidam-idamkan. 

Wataknya yang sederhana dan berhati-hati ditambah dengan jalan pikirannya yang praktis tidak membiarkan keluarganya hanyut dalam arus kemewahan yang waktu itu melanda kehidupan orang yang ingin disebutnya "kelas atas".

Keluarganya tetap hidup sederhana, terlihat dari rumahnya di Jakarta yang tidak mencerminkan rumah orang "kelas atas" maupun seorang yang bermandikan kemewahan yang luar biasa. 

 

Ia dikarunia 5 orang anak (Bob Haryanto, Haryanti Mirya, Rianto Nurhadi, Adri Prambanto, dan Endah Marina). Pasalnya, MT Haryono seorang yang pendiam, tetapi bukan berarti bahwa ia bersikap acuh tak acuh terhadap pendidikan anaknya. 

Untuk menjaga keselamatan keluarga terutama anak-anaknya, MT Haryono tidak pernah membawa senjata pulang dan menaruhnya di rumah. Sifat berhati-hati inilah yang tidak pernah ditinggalkan oleh seorang pahlawan revolusi bernama MT Haryono. 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya