Daftar Jalan di Kota Bandung yang Disematkan dari Nama Pahlawan

Oleh Huyogo Simbolon pada 30 Sep 2022, 12:00 WIB
Diperbarui 30 Sep 2022, 12:00 WIB
jokowi
Perbesar
Presiden Jokowi mengikuti Gowes Bandung Lautan Sepeda di Jalan Diponegoro, Citarum, Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (10/11/2018). (Liputan6.com/Titin Supriatin)

Liputan6.com, Bandung - Selain fungsi teknisnya sebagai prasarana transportasi dalam mendukung ekonomi, sosial, budaya dan lingkungan, jalan juga memiliki fungsi sejarah melalui implementasi pemakaian nama-nama pahlawan sebagai nama jalan di seluruh Indonesia.

Tak terkecuali di Kota Bandung yang menggunakan nama pahlawan sebagai nama jalan di sudut tempat kota ini. Selain sebagai penanda jalan, mengingat nama pahlawan juga menjadi salah satu bentuk untuk mengenang mereka.

Berikut Liputan6.com rangkum ruas jalan di Kota Bandung yang menyematkan nama pahlawan untuk selalu mengenang sosok mereka meski belum sempat bertatap muka.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Selanjutnya

Ilustrasi
Perbesar
Ilustrasi jalan raya. (dok. pexels.com/@itatitapia)

Ir Sukarno

Sebagai salah satu penghormatan kepada Presiden Republik Indonesia pertama salah satu nama jalan di Kota Bandung akan diubah menjadi Jalan Sukarno. Saat ini jalan tersebut masih menggunakan nama Cikapundung Timur. Lokasinya berada tepat di samping Gedung Merdeka, tempat diadakannya Konferensi Asia-Afrika.

Jenderal Sudirman

Jalan Jenderal Sudirman adalah jalan yang mengambil namanya dari nama pahlawan Indonesia yang merupakan Panglima besar TNI yang pertama. Di Kota Bandung, Jalan Jenderal Sudirman merupakan jalan yang bersejarah. Di sepanjang jalan ini terdapat gedung perkantoran, hotel, alun-alun, pertokoan, restoran dan kantor pemerintahan.

Imam Bonjol

Pahlawan Tuanku Imam Bonjol adalah pahlawan yang berasal dari Sumatera Barat, yang terkenal di perang Padri pada 1803-1838. Jalan Imam Bonjol terdapat di Kota Bandung, tepatnya di Desa Lebak Gede, Kecamatan Coblong.

Pangeran Diponegoro

Pahlawan ini dikenal dalam Perang Diponegoro pada 1825 yang dipimpinnya. Tentunya, kamu juga bisa menemukan jalan ini di Kota Bandung. Jalan Diponegoro Bandung adalah salah satu jalan di Bandung yang sarat sejarah dan banyak bangunan-bangunan zaman kolonial yang masih berdiri di sini. Jalan Diponegoro Bandung memanjang mulai dari Jalan Ir H Juanda hingga Jalan Supratman.

Jenderal Gatot Subroto

Tokoh perjuangan militer Indonesia ini adalah salah satu pahlawan yang turut berperan dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Di Bandung, nama jalan ini lebih akrab dikenal dengan sebutan Gatsu.

Jenderal Ahmad Yani

Salah satu tokoh pahlawan revolusi ini merupakan Komandan TNI AD yang berhasil merebut kembali kota Padang dan Bukittinggi pada 1958. Jalan Jenderal Ahmad Yani bisa kamu temui di Kota Bandung.

RA Kartini

Pahlawan yang memperjuangkan hak perempuan seperti RA Kartini namanya sangat dikenang masyarakat Indonesia. Selain itu, namanya juga dikenal sebagai nama jalan di Kota Bandung.

 

 

Berikutnya

Dewi Sartika

Warga Bandung tentunya tidak akan asing dengan nama jalan ini karena lokasinya berada dekat dengan Alun-Alun Kota Bandung. Dewi Sartika sendiri merupakan seorang pahlawan berdarah sunda yang lahir pada 4 Desember 1884 di Bandung.

Dewi Sartika adalah keturunan dari ningrat Sunda yang memperjuangkan kaumnya. Ia dididik dalam sekolah Belanda dan pada 1902 dan merintis pendidikan bagi para kaum wanita. Dewi Sartika telah membantu dalam mengajar para wanita untuk membaca serta menulis, segala pendidikan ia lakukan agar bisa mendorong kaum wanita dari keterbelakangan.

R.E. Martadinata

Siapa yang tidak mengenal sosok pahlawan yang satu ini? Ya, R E Martadinata merupakan seorang Panglima Angkatan Laut yang lahir di Bandung pada 29 Maret 1921. Ia adalah salah satu pemimpin yang mempunyai peran besar dalam menumpas anggota dari Partai Komunis Indonesia (PKI) saat itu. Tindakannya pun selalu dikenal di mata masyarakat Indonesia hingga kini. Beliau meninggal dunia karena kecelakaan helikopter yang ditumpanginya menabrak bukit pada 1966.

Mohammad Toha

Mohammad Toha adalah seorang pahlawan kelahiran Bandung 1927. Beliau merupakan pahlawan Indonesia yang berjuang dalam kemerdekaan Indonesia, peristiwa yang terkenang dari dirinya adalah peristiwa Bandung Lautan Api di tahun 1946.

Mohammad Toha adalah komandan dari Barisan Rakjat Indonesia. Ia gugur ketika misi penghancuran sebuah gudang amunisi yang dimiliki oleh Tentara Sekutu, perjuangan mengosongkan Bandung tersebut menjadi saksi untuk para sekutu pergi dari Bandung dan agar kota Bandung tidak dapat digunakan oleh tentara sekutu.

Peristiwa tersebut juga menjadi terbentuknya lagu Halo-Halo Bandung dalam memperjuangkan Bandung untuk didapatkan kembali. Maka dari itu jasa Mohammad Toha sangat membekas di ingatan masyarakat Indonesia, dan dijadikan nama jalan di Bandung yang terkenal.

Ir Haji Juanda

Mempunyai nama lengkap Ir R Djoeanda Kartawidjaja atau Ir. Haji Juanda ia merupakan pahlawan Indonesia yang lahir di Tasikmalaya pada 14 Januari 1911, namanya terkenang terutama dalam jasa dirinya membuat Deklarasi Djuanda pada 1957.

Deklarasi tersebut berisi mengenai laut Indonesia adalah termasuk dari laut sekitar serta segala kepulauan di dalamnya adalah wilayah kesatuan Negara Republik Indonesia. Berkat deklarasi tersebut Indonesia diakui sebagai negara kepulauan oleh United Nations Convention on Law of The Sea.

Otto Iskandar Dinata

Otto Iskandar Dinata adalah salah satu pahlawan Indonesia yang lahir di Bojongsoang pada 31 Maret 1897. Ia adalah pahlawan Indonesia yang mempunyai latar belakang pendidikan yang luar biasa. Menempuh pendidikan di Kweekschool Onderbouw Bandung, ia juga sempat menjadi seorang guru di Hollandsch Inlandsche School (HIS) di Banjarnegara.

Otto Iskandar Dinata adalah pahlawan yang juga menggunakan anggota BPUPKI dan PPKI serta pernah memimpin suatu surat kabar Tjahaja, ia juga menjadi menteri pertama di Indonesia. Beliau juga merupakan salah satu pemimpin yang menjadi korban penculikan dari kelompok Laskar Pribumi dan diperkirakan bahwa ia telah gugur di Banten. Namanya pun saat ini menjadi nama jalan yang terkenal di Kota Bandung.

 

Penulis: Natasa Kumalasah Putri

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya