Mengenal Skin Cycling, Tren Skincare Malam Hari yang Antibosan dan Bikin Kulit Sehat Alami

Oleh Switzy Sabandar pada 02 Okt 2022, 14:00 WIB
Diperbarui 02 Okt 2022, 14:00 WIB
Tips Skincare Rountine Untuk Perempuan Usia 30-an Sehingga Tetap Awet Muda
Perbesar
Ilustrasi mengaplikasikan pelembap ke kulit. (Sumber foto: Pexels.com)

Liputan6.com, Yogyakarta - Belakangan ramai diperbincangkan di media sosial tentang tren rutinitas skincare (perawatan kulit) malam yang dinilai dapat membuat kulit lebih sehat. Istilah yang kemudian disebut dengan skin cycling ini kali pertama diperkenalkan oleh seorang dermatologist dari New York, Dr. Whitney Bowe.

Ide skin cycling yang bermula di masa pandemi ini, berawal dari rutinitas olahraga yang ia lakukan secara bergantian setiap hari. Misalnya, di hari pertama ia melakukan yoga, lalu di hari kedua ia menggantinya dengan jogging.

Dr. Bowe merasa, hal tersebut lebih memberikan manfaat untuk kesehatan dibanding dengan hanya melakukan satu jenis olahraga yang sama setiap harinya. Layaknya olahraga yang menyehatkan tubuh, teknik tersebut pun ia aplikasikan pada rutinitas skincare pada malam hari.

Dalam melakukan rutinitas skin care, ia pun menyadari pentingnya menggunakan produk perawatan kulit secara bergantian. Apalagi, bila produk-produk yang digunakan mengandung bahan aktif yang tidak boleh digunakan secara bersamaan.

Dari latar belakang inilah tren skin cycling lahir. Meski umumnya rutinitas skincare dilakukan pada pagi dan malam hari, tetapi teknik ini lebih diutamakan diaplikasikan pada rutinitas skincare di malam hari.

Sebagai contoh, jika kamu menggunakan skincare dengan kandungan AHA/BHA (eksfoliasi) dan retinol, maka kedua bahan tersebut tidak boleh diaplikasikan secara bersamaan. Namun, kamu bisa membagi jadwal pemakaian kedua skincare yang mengandung bahan aktif tersebut dengan teknik skin cycling.

Misalnya, pada hari pertama kamu bisa memakai skincare dengan kandungan AHA/BHA untuk eksfoliasi. Kemudian, penggunaan skincare dengan kandungan retinol bisa kamu gunakan di hari kedua.

Sementara itu, untuk hari ketiga dan keempat merupakan waktu yang tepat untuk mengistirahatkan kulit. Saat mengistirahatkan kulit, cukup gunakan basic skincare, seperti toner dan pelembab, serta menghindari bahan aktif lain.

Skin cycling bisa mencegah iritasi atau over-eksfoliasi. Selain itu, teknik ini juga bisa mendorong penyembuhan pada kulit setelah menggunakan bahan aktif dalam produk skin care.

Cara ini cukup bekerja, terutama pada tipe kulit sensitif yang mudah 'ngamuk'. Mengistirahatkan kulit selama dua hari atau lebih akan membantu mempersiapkan kondisi kulit saat akan kembali menggunakan skincare dengan bahan aktif lainnya.

Skin cycling adalah four day regimen atau rejimen empat hari. Dalam masa 4 hari itu, kamu dianjurkan untuk menggunakan skincare dengan kandungan bahan aktif berbeda secara bergantian dan membiarkan kulit untuk beristirahat selama beberapa hari.

(Resla Aknaita Chak)

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

Saksikan video pilihan berikut ini:

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya