Ibu dan Anak di Kuansing Bersimbah Darah, Saksi Temukan Sebilah Kapak

Oleh M Syukur pada 30 Sep 2022, 02:00 WIB
Diperbarui 30 Sep 2022, 02:00 WIB
Ilustrasi.
Perbesar
Ilustrasi. (Liputan6.com)

Liputan6.com, Pekanbaru - Ibu dan Anak di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) ditemukan tewas mengenaskan. Keduanya, Hasnah (60) dan Suryani (24) diduga menjadi korban pembunuhan.

Dugaan ibu dan anak dibunuh ini muncul karena di dekat jasad korban ditemukan sebilah kapak. Selanjutnya di sekitar lokasi korban ditemukan ada bercak darah.

Kedua jasad korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau. Penyidik Reserse Kriminal Polres Kuansing berusaha mengungkap pelaku dengan mengumpulkan bukti di lokasi dan meminta keterangan saksi.

Kepala Polres Kuansing Ajun Komisaris Besar Rendra Oktha Dinata menjelaskan, jasad kedua korban pertama kali ditemukan oleh Umar, pacar Suryani. Tujuan pacar korban datang ke rumah karena sudah beberapa hari tidak bisa ditelepon.

"Sejak 26 September korban tak bisa dihubungi, begitu juga ibunya, saksi datang ke rumah pada 27 September," kata Rendra, Rabu siang, 28 September 2022.

Saksi datang berniat bertanya kenapa telepon korban tidak aktif. Di lokasi, saksi menemukan pemandangan mengerikan karena pacar dan calon mertuanya itu bersimbah darah.

Saat sampai di rumah, saksi melihat pintu terbuka. Sementara lampu tidak ada satupun hidup, kemudian melaporkan kejadian ini ke keluarga korban di dusun lain.

"Awalnya saksi tidak masuk karena takut menjadi masalah nanti, kemudian melapor dulu ke pihak keluarga korban," kata Rendra.

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Susah Dihubungi

Keluarga korban juga bercerita bahwa ibu dan anak itu juga tidak bisa dihubungi. Keluarga tadi datang ke rumah dan bersama-sama dengan Umar masuk ke rumah.

"Para saksi ini masuk ke rumah pakai senter karena listrik tidak hidup, kedua korban meninggal di salah satu ruangan," ujar Rendra.

Para saksi kemudian melapor ke kepala dusun. Kejadian ini dilaporkan ke Polsek Pangean, pihak kecamatan dan desa untuk datang ke rumah korban.

"Saat ini kami masih menyelidiki kasus ini," ucap Rendra.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya