Nasi Glewo, Kuliner Semarang yang Mulai Sulit Dijumpai

Oleh Tifani pada 29 Sep 2022, 17:00 WIB
Diperbarui 29 Sep 2022, 17:00 WIB
Wisata Kota Tua Semarang
Perbesar
Wisata Kota Tua Semarang di Jawa Tengah. (dok.Instagram @radendwiabadi/https://www.instagram.com/p/BOYOUnWh9Rm/Henry

Liputan6.com, Semarang - Nasi glewo merupakan salah satu kuliner Semarang yang kini sulit dijumpai, bahkan bagi masyarakat Semarang. Makanan yang satu ini pernah populer pada 1970 sampai 1980-an, tetapi kini keberadaan penjual nasi glewo hampir tak pernah terlihat lagi.

Dikutip dari berbagai sumber, penamaan glewo sendiri diambil dari singkatan berbahasa Jawa "glewor koyore" yang berarti koyor (otot) yang merumbai. Penampakan nasi glewo hampir sama seperti nasi koyor semarangan pada umumnya.

Racikan nasi yang diberi lauk opor tahu, sambal goreng labu siam, dan disiram areh. Bedanya, kuliner nasi glewo tidak menggunakan ayam sebagai lauk, melainkan daging sapi atau koyor.

Kuah nasi glewo seperti sayur terik, tetapi beraroma kencur yang kuat. Terik merupakan bumbu kuning untuk mengungkep tahu dan tempe dengan rasa agak manis.

Nasi glewo ini berbahan dasar daging sapi dan koyor (otot) sapi yang direbus dan dimasak dengan bumbu-bumbu tradisional serta kuah santan dengan aroma kencur yang mendominasi. Cara penyajiannya pun mirip dengan nasi koyor Semarang, yaitu disajikan di atas piring beralaskan daun pisang dan dilengkapi dengan emping melinjo serta taburan bawang goreng.

Salah satu penjual kuliner khas Semarang ini dapat ditemukan di pusat kuliner Kauman yang berada di Aloon-aloon Semarang. Nasi glewo ini dapat dinikmati dengan harga yang terjangkau, yakni berkisar antara Rp15.000-Rp20.000 saja per porsinya.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

Saksikan video pilihan berikut ini:

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya