4 Manfaat 'Butterfly Hug', Pertolongan Pertama pada Gejala Kecemasan

Oleh Switzy Sabandar pada 28 Sep 2022, 09:00 WIB
Diperbarui 28 Sep 2022, 09:00 WIB
Mengenal Butterfly Hug, Metode Kontrol Emosi yang Digunakan Seo Ye Ji di It's Okay to Not Be Okay
Perbesar
Simak apa itu butterflu hug sebagai metode kontrol emosi di drama It's Okay to Not Be Okay (Foto: instagram/xuan_play)

Liputan6.com, Yogyakarta - Sempat populer karena drama Korea "It's Okay to Not Be Okay", butterfly hug seolah menjadi "pertolongan pertama" untuk gejala kecemasan dan serangan panik. Mengutip dari laman wildtreewellness.com, butterfly hug atau pelukan kupu-kupu merupakan metode intervensi terapeutik untuk membantu merilekskan dan menenangkan diri.

Metode pelukan kupu-kupu yang dikembangkan oleh dua praktisi, Lucina Artigas, MA, MT dan Ignacio Jarero, Ed.D, Ph.D, MT, ini awalnya diajarkan ke para penyintas badai Pauline di Meksiko pada 1998. Setelah terbukti bermanfaat dan efektif untuk membantu menenangkan gejala, metode ini pun akhirnya digunakan hingga sekarang.

Cara melakukan butterfly hug cukup sederhana dan bisa dilakukan kapan saja, kamu hanya perlu menyilangkan kedua tangan di depan dada, dengan ujung jari berada di pundak. Kemudian, tepuk pundak perlahan, bergantian kiri dan kanan, selama beberapa detik sambil menghirup napas dalam-dalam.

Lakukan berulang kali hingga pikiran menjadi lebih rileks. Selain dapat membantu pikiran lebih rileks, berikut beberapa manfaat butterfly hug yang bisa kamu dapatkan:

1. Membantu merasa aman dan terlindungi

Pelukan selalu bisa membuat seseorang merasa lebih baik. Butterfly hug ibarat memeluk diri sendiri, sehingga bisa memberikan perasaan nyaman dan aman seperti saat dipeluk orang lain.

Alih-alih menunggu orang lain menawarkan dukungan dan membuat kamu merasa lebih baik, kamu dapat mengambil langkah-langkah untuk menghibur dan menenangkan diri dengan metode ini.

2. Meningkatkan suasana hati

Tak hanya bagi penderita gangguan kecemasan atau masalah mental lainnya, butterfly hug juga bermanfaat bagi semua orang. Misalnya, untuk orang-orang yang mengalami hari buruk dan melelahkan, butterfly hug bisa membantu mengobatinya.

Meski pelukan tidak menyelesaikan masalah secara keseluruhan, tetapi hal ini dapat membantu meredakan ketegangan dan stres. Jadi, jika suatu saat kamu merasa lelah secara mental, cobalah untuk melakukan butterfly hug karena dapat membantu meningkatkan semangat dan mencerahkan suasana hati.

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

Saksikan video pilihan berikut ini:


Penghilang Sakit

3. Membantu menghilangkan rasa sakit

Menurut penelitian pada 2011 di jurnal PAIN, metode memeluk diri sendiri, seperti butterfly hug, dapat membantu mengurangi rasa sakit.Dalam penelitian ini, para peneliti menggunakan laser untuk menghasilkan sensasi rasa sakit seperti tusukan jarum pada 20 sampel peserta.

Ketika peserta menyilangkan tangan mereka di dada atau melakukan metode butterfly hug, mereka melaporkan mengalami lebih sedikit rasa sakit. Para penulis menduga hal ini berkaitan dengan kebingungan di otak tentang dari mana rasa sakit berasal.

Rasa sakit umumnya terjadi di satu lokasi di tubuh. Namun, jika menyilangkan tangan di dada, otak akan mencampurkan lokasi sinyal rasa sakit. Sementara otak bekerja mendeteksi lokasi rasa sakit, kapasitas untuk memproses informasi lain jadi berkurang, termasuk intensitas rasa sakit.

Metode ini mirip dengan menggosok, menggaruk, atau menampar tempat yang sakit, gatal, atau teriritasi, agar nyeri mereda. Menambahkan sensasi tambahan membuat otak lebih banyak memproses, yang dapat memengaruhi cara otak merasakan tingkat rasa sakit.

Sementara itu, penelitian pada 2015 di jurnal Current Pharmaceutical Design mencatat, hormon oksitosin menjadi alasan adanya efek ini. Hormon ini dapat dilepaskan tubuh saat mendapatkan sentuhan yang menenangkan.

Pelepasan hormon oksitosin dapat membantu meredakan nyeri secara langsung. Peneliti juga mencatat bahwa hormon ini juga dapat membantu mengurangi kepekaan terhadap rasa sakit secara tidak langsung, dengan mengurangi perasaan cemas dan takut.

4. Membantu untuk lebih menyayangi diri sendiri

Self-compassion, yakni mengasihi diri sendiri atau menyayangi diri sendiri, dapat menurunkan kadar hormon stres. Hal ini dapat meningkatkan rasa bahagia dan menyehatkan fisik.

Butterfly hug bisa menjadi salah satu cara untuk meningkatkan self-compassion. Pasalnya, meningkatkan perasaan cinta dan kelembutan terhadap diri sendiri bisa didapatkan dari memeluk, membelai, dan menenangkan tubuh.

Namun, meski butterfly hug bisa menjadi pertolongan pertama, tentu saja metode ini bukan sesuatu yang dapat digunakan sebagai pengganti terapi atau pengobatan psikologis lainnya. Jika kamu memiliki gejala atau masalah kesehatan mental, menjalani pengobatan dengan ahli, seperti psikolog atau psikiater, tetap diperlukan.

 

Penulis: Resla Aknaita Chak

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya