Garis Polisi di Lokasi Ledakan Sukoharjo Dibuka, Ini Kata Kapolda Jateng

Oleh Dewi Divianta pada 26 Sep 2022, 18:23 WIB
Diperbarui 26 Sep 2022, 18:31 WIB
Kapolda Jateng Irjen Pol Achmad Luthfi
Perbesar
Kapolda Jateng Irjen Pol Achmad Luthfi (Dewi Divianta/Liputan6.com)

Liputan6.com, Sukoharjo - Ledakan bahan mercon pada Minggu malam (25/9/2022) di Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo mengakibatkan satu korban yakni, Bripka Dirgantara. Korban harus dilarikan ke Rumah Sakit Dr Moewardi lantaran mengalami luka bakar serius. 

Setelah kejadian tersebut, lokasi ledakan sempat dipasang police line atau garis polisi. Namun, hari ini, setelah dilakukan pengembangan penyidikan, police line yang terpasang sudah dibuka. Perkembangan terbaru tersebut disampaikan oleh Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi dalam press conference di Mapolda Jateng.

Kapolda menyebut ledakan tersebut bukan aksi terorisme, melainkan paket bahan petasan yang diamankan pihak kepolisian pada tahun 2021 silam. Pihaknya sudah memeriksa saksi-saksi terkait insiden ledakan yang sempat menggegerkan warga sekitar Pasar Telukan, Kecamatan Grogol itu.

Keterangan saksi yang berjumlah tujuh orang itu menyebut paket tersebut dikirim dari wilayah Jawa Barat, dan paket tersebut diamankan saat Polresta Surakarta menggelar operasi pengamanan barang bukti.

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Korban Alami Luka Bakar 37 Persen

"Keterangan saksi pengirim membenarkan paket dikirim dari Indramayu, saksi penerima juga membenarkan. Sedangkan dari anggota satintelkam Polresta Surakarta membenarkan telah melakukan operasi pengamanan barang bukti (tahun 2021)," kata Kapolda kepada awak media, Senin (26/9/2022). 

Ia menjelaskan ledakan di dekat asrama polisi Grogol tersebut dipastikan tidak terkait aksi terorisme, sementara barang bukti sudah diamankan dan dimusnahkan. Diketahui, paket yang dibuka korban tersebut telah diurai oleh tim Jibom.

"Dipastikan bukan bom dan tidak terkait terorisme. Paket yang diamankan diurai tim Jibom ada uceng (sumbu petasan). Ini adalah BB petasan yang kita sisihkan ada enam kantong. Dua kantong sisihkan untuk barang bukti, yang empat kita disposal tadi malam," tutur Kapolda.

Dalam kesempatan itu, ia meminta kepada masyarakat untuk bisa kembali melakukan aktivitas dan tidak terpengaruh dengan ledakan tadi malam yang bukan aksi terorisme. 

"Masyarakat tidak usah resah, memang benar ada ledakan, tapi itu bukan bom dan teror. Situasi TKP saat ini sudah normal kembali, proses identifikasi inafis maupun labfor sudah selesai. Masyarakat sekitar sudah melaksanakan aktivitas seperti biasa," kata dia.

Sementara itu, saat disinggung terkait kondisi korban ledakan, Kapolda mengatakan, korban masih ditangani tim medis RS dr Moewardi. Kapolda melanjutkan, keterangan dokter yang memeriksa korban didapati Bripka Dirgantara mengalami luka bakar hingga 37 persen.

"Saya tegaskan bahwa terkait dengan anggota yang mau memusnahkan kemudian menjadi korban akan secara jelasnya setelah sembuh. Apakah itu ada unsur lalainya, atau salah prosedur setelah anggota dilakukan pemeriksaan. Yang bersangkutan masih sakit," tuturnya.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya