Update Banjir Bandang Garut Selatan, 1 Meninggal 2 Dirawat di RS

Oleh Jayadi Supriadin pada 24 Sep 2022, 12:30 WIB
Diperbarui 24 Sep 2022, 12:30 WIB
Ratusan rumah yang berada di sepanjang sungai Cikaso dan Sungai Cipalebuh Kecamatan Pameungpeuk, Garut nampak rusak setelah sapuan banjir bandang. (Liputan6.com/Jayadi Supriadin)
Perbesar
Ratusan rumah yang berada di sepanjang sungai Cikaso dan Sungai Cipalebuh Kecamatan Pameungpeuk, Garut nampak rusak setelah sapuan banjir bandang. (Liputan6.com/Jayadi Supriadin)

Liputan6.com, Garut Musibah longsor dan banjir bandang akibat luapan Sungai Cikaso dan Sungai Cipalebuh Kecamatan Pameungpeuk, Garut, Jawa Barat memakan korban jiwa. Ribuan warga di delapan desa juga terpaksa mengungsi.

“Nah ini untuk yang longsor ada rumah satu yang hancur, kemudian ada satu korban yang meninggal dunia, satu lagi dirawat di rumah sakit,” ujar Wabup Garut Helmi Budiman, dalam peninjauan lapangan lokasi bencana, Jumat (23/9/2022).

Menurutnya, musibah banjir bandang Garut selatan kali ini lebih besar dibanding musibah serupa pada 2020 lalu. Ribuan rumah warga terendam akibat terjangan musibah itu.

“Kerusakan rumah yang ada di Pameungpeuk saja ini ada sekitar 1.600 rumah yang terdampak, yang rusak hilang atau hancur dua rumah di Pameungpeuk, satu rumah karena longsor di Cisompet, yang lainnya ada kerusakan terendam saja,” papar dia.

Namun demikian, Helmi menyatakan angka pasti kerusakan rumah yang diakibatkan karena musibah banjir bandang itu tengah dihitung BPDB Garut.

“Jumlahnya (secara pasti) sedang diinventarisir, namun yang rusak jumlahnya antar 200-400 rumah, yang 1.200 itu kemungkinan yang terendam saja,” kata dia.

Selain kerugian secara material, terjangan banjir bandang kali ini menyebabkan tiga orang mengalami luka satu di antaranya meninggal dunia. “Saya mohon doa ya untuk kedua orang ini yang masih dirawat mudah-mudahan sehat, yang meninggal diterima iman Islamnya,” kata dia.

Selain banjir bandang, empat kecamatan lainnya ikut terdampak musibah longsor. “Total ada lima kecamatan, memang yang paling parah di Pameungpeuk dan Cisompet, kemudian Singajaya, Banjarwangi dan Cihurip,” ujar dia.

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

Saksikan Video Pilihan Ini:

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya