Badak Jawa Terancam Punah, Ini 4 Penyebabnya

Oleh Tifani pada 24 Sep 2022, 18:00 WIB
Diperbarui 24 Sep 2022, 18:00 WIB
Hadiah HUT ke-76 RI, 2 Anak Badak Jawa Terekam Kamera Pemantau Taman Nasional Ujung Kulon
Perbesar
Anak badak Jawa terekam kamera pemantau di Taman Nasional Ujung Kulon. (dok. Balai TN Ujung Kulon)

Liputan6.com, Bandung - - Badak jawa atau Rhinoceros sondaicus merupakan salah satu dari lima jenis badak terancam punah di dunia. Badak jawa juga menjadi salah satu badak dari tiga spesies badak Asia yang hanya dapat ditemukan di Pulau Jawa.

Badak Jawa memiliki ciri khas khusus, badak jawa jantan memiliki satu cula dengan ukuran rata-rata sekitar 25 cm. Sedangkan, badak jawa betina tidak memiliki cula atau hanya bercula kecil. Umumnya, badak Jawa memiliki panjang 2-3,2 meter dengan berat 900-2,300 kg.

Baik jantan maupun betina, badak jawa memiliki gigi seri bawah yang menyerupai taring, yang mereka gunakan untuk bertarung. Badak jawa mendiami hutan, daerah rawa, dan daerah semak belukar di kawasan Jawa Barat.

Selain di Pulau Jawa, badak jawa pernah menempati Kalimantan, Sumatra, Semenanjung Malaya, dan wilayah yang membentang ke utara melalui Myanmar hingga Bengal timur. Utamanya, badak Jawa adalah penjelajah dan sering memakan tanaman pionir yang mendominasi celah di hutan yang dibuat oleh pohon tumbang.

Sama seperti halnya badak Sumatera, badak Jawa juga menyandang status critically endanger atau sangat terancam punah. Saat ini populasi badak Jawa terkonsentrasi di Taman Nasional Ujung Kulon.

Pada 2020, pengelola Taman Nasional Ujung Kulon mengandalkan data perangkap kamera untuk mengidentifikasi dan melacak badak Jawa. Mereka memperkirakan bahwa populasi badak Jawa tidak lebih dari 68-74 ekor yang masih hidup.

Badak jawa sangat rentan terhadap kepunahan karena bencana, hilangnya habitat, penyakit, perburuan, dan potensi perkawinan sedarah. Dikutip dari berbagai sumber, berikut adalah beberapa ancaman yang berpotensi sebagai penyebab badak jawa punah:

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

Saksikan video pilihan berikut ini:


Perdagangan Liar

1. Perdagangan satwa liar

Sejak lama, badak Jawa telah menjadi target perburuan liar. Mereka juga dibunuh karena dianggap sebagai hama pertanian. Biasanya, badak Jawa dibunuh untuk diambil culanya, komoditas yang sangat berharga dalam pengobatan tradisional Asia.

2. Penyakit

Dalam beberapa tahun terakhir, empat ekor badak, termasuk satu betina dewasa muda, diperkirakan mati karena penyakit. Penyakit ini mungkin ditularkan ke ternak liar kemudian menular ke badak.

3. Kekurangan habitat

Orang-orang yang tinggal di dekat habitat badak Jawa terus merambah hingga mengakibatkan kerusakan merusak habitat badak. Selain itu, pembangunan di dekat taman nasional juga berisiko mengambil habitat badak Jawa.

4. Keragaman genetik yang rendah

Keragaman genetik yang rendah dan perkawinan sedarah dapat mempersulit kelangsungan hidup spesies badak Jawa dalam jangka panjang.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya