EAROPH World Congress 2022 di Jatim Bahas Strategi Permukiman dan Perkotaan Masa Depan

Oleh Muhamad Husni Tamami pada 22 Sep 2022, 17:20 WIB
Diperbarui 22 Sep 2022, 17:54 WIB
Konferensi Pers EAROPH World Congress 2022
Perbesar
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak saat sesi konferensi pers EAROPH World Congress di Kantor Badan Penghubung Pemprov Jawa Timur, Jalan Pasuruan, Menteng, Jakarta, Kamis (22/9/2022). (Liputan6.com/Muhamad Husni Tamami)

Liputan6.com, Jakarta - Provinsi Jawa Timur menjadi tuan rumah Eastern Regional Organization for Planning and Human Settlements (EAROPH) World Congress ke-28 yang akan digelar pada 5-7 Oktober 2022 di Surabaya. Tema yang diangkat dalam kongres ini adalah The Future of Human Settlements: Accelerating Recovery and Ushering into a New Era of Sustainable Urbanization Post Covid-19. 

EAROPH World Congress diselenggarakan oleh EAROPH bekerja sama dengan Pemprov Jatim dan Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Kongres yang bermitra dengan United Cities and Local Government (UCGL) Asia Pacific (Aspac) ini dihadiri oleh para pakar dan praktisi bidang perencanaan dan permukiman dari negara-negara Asia dan Australia.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak menerangkan, narasumber yang sudah terkonfirmasi hadir pada EAROPH World Congress dari lembaga pembangunan internasional di antaranya Asian Development Bank, GIZ Jerman, hingga Bank Dunia. Para pakar dari berbagai negara seperti Australia, Pakistan, Filipina, dan negara lain di Asia dan Australia juga akan menghadiri kongres ini. 

"Kita berharap para pakar ini bisa menceritakan apa sih strategi-strategi untuk mewujudkan permukiman masa depan, perkotaan masa depan," kata Emil saat konferensi pers di Kantor Badan Penghubung Pemprov Jawa Timur, Jalan Pasuruan, Menteng, Jakarta, Kamis (22/9/2022).

Sementara itu, Presiden EAROPH Yolanda Reyes dari Filipina sangat antusias untuk mengadakan EAROPH World Congress di Jawa Timur. Pihaknya optimistis kongres dapat berjalan dengan baik. 

"Kami optimis bahwa akan berjalan dengan baik dan menampilkan program-program yang membawa hasil nyata dalam menjawab tantangan permukiman di masa mendatang dengan dihadirkannya para pakar, praktisi, dan kepala daerah," kata dia. 

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

Saksikan Video Pilihan Ini:


AMF Bagian dari EAROPH World Congress

ASEANS Mayors Forum (AMF)
Perbesar
Sekjen UCLG Aspac, Bernadia Tjandradewi mengikuti konferensi pers EAROPH World Congress secara virtual (Liputan6.com/Muhamad Husni Tamami)

ASEAN Mayors Forum atau AMF menjadi bagian dari rangkaian EAROPH World Congress. Forum ini akan menghadirkan para kepala daerah dari negara-negara ASEAN di Asia Tenggara. 

Sekjen UCLG Aspac Bernadia Tjandradewi menjelaskan, ada tiga bahasan utama dalam AMF tahun ini. Pertama, para kepala daerah dari berbagai negara ASEAN yang berkumpul akan berdiskusi mengenai apa yang harus dilakukan setelah Covid-19. 

Kedua, para kepala daerah akan membahas bagaimana mereka mengantisipasi atau memitigasi bencana. "Jadi bagaimana daerah atau kota itu siap menghadapi bencana yang ada dan bagaimana kita bisa mengurangi risiko bencana," tutur Bernadia. 

Terakhir, dalam AMF akan dibahas soal urbanisasi. Seperti diketahui bahwa urbanisasi Asia sangat tinggi, tapi urbanisasi tersebut tidak bisa dikontrol dengan baik. 

"Jadi banyak sekali urbanisasi itu dilihat sebagai suatu masalah, tapi sebenarnya itu bisa jadi opportunities," ungkapnya. 

Bernadia menyebut beberapa wali kota di Asia Tenggara akan hadir pada forum diskusi tersebut. Wali kota di Myanmar, Malaysia, Kamboja, dan Indonesia sendiri juga hadir. 

"Hampir semua negara ASEAN hadir di acara ASEAN mayors forum," ujarnya.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya