Tragedi Berdarah di Balikpapan, Suami Bakar Istri karena 'Terbakar' Cemburu

Oleh Apriyanto pada 21 Sep 2022, 13:00 WIB
Diperbarui 21 Sep 2022, 13:00 WIB
Suami bakar istri
Perbesar
Polisi memasang garis polisi di depan rumah yang menjadi lokasi pembakaran dan penganiayaan istri yang dilakukan suaminya. (Liputan6.com/Apriyanto)

Liputan6.com, Balikpapan - Warga yang bermukim di kawasan Jalan Dr Soetomo Kelurahan Karang Rejo, Balikpapan Tengah mendadak geger setelah mendengar adanya ledakan dan kepulan asap yang keluar dari salah satu rumah warga di RT 15, pada Selasa (20/9/2022) siang sekitar pukul 14.00 Wita.

Setelah ditengok, rupanya pasangan suami istri (pasutri) di rumah tersebut terlibat cekcok, yang belum diketahui pasti apa penyebabnya, tetapi diduga karena cemburu. Sang suami terlihat menggenggam senjata tajam jenis pisau panjang, sementara istrinya terlihat mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya.

Ya, peristiwa itu sempat membuat warga tidak berani mendekat, lantaran pelaku berinisial YS (55) mengancam akan menyerang siapa saja yang berani mendekat ke arahnya dengan senjata.

Rupanya aksi YS tidak hanya membakar sang istri, pelaku juga menganiaya korban berinisial UA (39) menggunakan sajam yang dipegang pelaku.

Salah satu warga yang rumahnya berada tepat di samping rumah korban menyebut awalnya terdengar ledakan dari dalam rumah korban.

"Kejadian enggak jelas betul. Cuma saya pas duduk-duduk di depan rumah mendengar suara ledakan nyaring dan asap, saya tengok di sana istrinya minta tolong 'panas badanku' katanya," ujar tentangga korban, Robiatul Adawiyah.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Diduga Terbakar Api Cemburu

Suami bakar istri
Perbesar
Kondisi korban usai dibakar oleh suaminya, warga tidak berani mendekat lantaran diancam oleh pelaku menggunakan sajam. (Istimewa)

Posisi korban saat dilihat warga berada di dapur rumah. Saat ditanya warga permasalahannya, korban UA mengatakan suaminya cemburu. Namun, belum selesai di situ pelaku keluar dari kamar sambil membawa sajam.

"Korban luka bakar saja di depan kamar mandi dia minta tolong sama saya, dia bilang cemburu, suami terbakar juga keluar dari dalam kamar, warga mau nolong diancam sama suaminya, enggak ada yang berani menolong karena suaminya bawa sajam,” sebutnya.

Rupanya, usai menganiaya korban, pelaku juga melukai tubuhnya menggunakan sajam yang dibawa. “Suaminya juga mau bunuh diri,” katanya.

Warga yang melihat kejadian itu langsung menghubungi pihak kepolisian. Bahkan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) turut diterjunkan lantaran mengantisipasi kebakaran besar terjadi.


Korban Akhirnya Meninggal Dunia

Ilustrasi mayat (Arfandi Ibrahim/Liputan6.com)
Perbesar
Ilustrasi mayat (Arfandi Ibrahim/Liputan6.com)

Saat tim gabungan dari kepolisian, BPBD, Inafis, dan relawan tiba di lokasi, korban dan pelaku sudah bersimbah darah di dapur.

Salah satu petugas menyebut kondisi pasangan suami itu sekarat. Bahkan, sang istri UA meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit. Sementara, YS masih dalam penanganan medis di Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo (RSKD).

"Awalnya ditemukan masih hidup, akhirnya yang perempuan meninggal dunia," sebut Iwan salah satu petugas yang mengevakuasi korban.

Kejadian pembakaran istri itu terjadi di dalam kamar. Kemudian korban lari ke arah dapur dan dikejar pelaku dan dianiaya menggunakan sajam. Bahkan, urat nadi korban nyaris putus diduga disayat oleh pelaku.

"Keduanya ditemukan di daerah dapur," sebutnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Balikpapan Kompol Rengga Puspo Saputro mengatakan saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam terkait penyebab penganiayaan tersebut.

"Beberapa saksi dan barang bukti sudah diamankan oleh anggota reskrim dari Polsek Balikpapan Utara. Untuk motifnya masih dalam lidik," kata Rengga.

Saat ini, tempat kejadian perkara (TKP) yang merupakan rumah kontrakan pasutri ini telah dipasangi garis polisi, sampai menunggu hasil penyelidikan selesai.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya