Riwayat Angklung, Alat Musik Tradisional Pengiring Pujian untuk Nyi Sri Pohaci

Oleh Tifani pada 20 Sep 2022, 07:00 WIB
Diperbarui 20 Sep 2022, 07:00 WIB
Ilustrasi alat musik tradisional angklung
Perbesar
Ilustrasi alat musik tradisional angklung. (Gambar oleh Tri Yugo Wicaksono dari Pixabay)

Liputan6.com, Bandung - Angklung merupakan salah satu alat musik tradisional Indonesia, tepatnya berasal dari Jawa Barat. Alat musik khas tanah Sunda ini dimainkan dengan cara yang cukup unik.

Tak seperti alat musik tradisional lainnya yang ditiup atau dipukul, cara memainkan alat musik angklung dilakukan dengan digoyangkan atau digetarkan. Bunyi pada angklung tersebut dihasilkan oleh benturan badan pipa bambu sehingga menghasilkan bunyi yang bergetar dalam susunan nada 2, 3, sampai 4 nada dalam setiap ukuran, baik besar maupun kecil.

Angklung terbuat dari bambu. Bambu yang biasa digunakan untuk membuat angklung adalah awi wulung atau bambu hitam dan awi temen atau bambu putih.

Dikutip dari berbagai sumber, angklung adalah alat musik bernada ganda yang telah dikenal sejak abad ke 11. Nama angklung berasal dari Bahasa Sunda yaitu angkleung-angkleungan.

Nama angklung terdiri dari dua suku kata yaitu angka yang berarti nada dan lung yang berarti pecah. Asal-usul alat musik tradisional angklung yang terbuat dari bambu berasal dari pandangan hidup masyarakat Sunda yang agraris.

Masyarakat Sunda pada waktu itu memang mennggantungkan hidup dari menanam padi. Kemudian muncul mitos Nji Sri Pohaci sebagai Dewi Sri pemberi kehidupan perenungan bagi masyarakat Sunda.

Masyarakat saat itu percaya, sosok Dewi Sri lah yang membantu mereka mengelola pertanian terutama pertanian sawah dan ladang. Syair-syair lagu yang berkembang di masyarakat Sunda dianggap sebagai penghormatan dan persembahan kepada Nyi Sri Pohaci dan sebagai tolak bala agar bercocok tanam mereka tidak mendatangkan malapetaka .

Dalam perkembangannya syair lagu-lagu tersebut diiringi dengan bunyi tetabuhan yang terbuat dari batang-batang bambu yang dibuat sederhana yang kemudian dikenal dengan nama angklung.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

Saksikan video pilihan berikut ini:

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya