Ini Alasan Ada Tanda Plus pada Awal Nomor Telepon

Oleh Huyogo Simbolon pada 14 Sep 2022, 17:00 WIB
Diperbarui 14 Sep 2022, 17:00 WIB
Nomor telepon
Perbesar
Ilustrasi nomor telepon. (Doc: WikiHow)

Liputan6.com, Bandung - Seringkali kamu perhatikan setiap kali melakukan panggilan telepon, pasti ada kode angka + pada awal nomor telepon. Atau kalau di Indonesia, ada kode +62 di depannya.

Nah, tanda + (tambah/plus) yang dimaksud adalah placeholder kode akses internasional. Penggunaan (+) dilakukan, sebab di tiap negara cara memulai panggilan telepon internasional beda-beda.

Di Indonesia, kita ada 001, 008 (dulu, Indosat SLI), 007, dan 017 (Telkom VoIP). Sementara di Inggris (UK), kode akses internasional pakai 00.

Adapun kode telepon suatu negara biasanya disebut dengan Kode IDD (International Direct Calling Code) atau Kode ISD (International Subscriber Dialing). International Telephone Union (ITU) telah mengatur pengalokasian kode telepon tersebut untuk setiap negara.

Jadi, kode telepon di setiap negara pasti berbeda-beda. Hanya negara Amerika dan Kanada saja yang memiliki kode telepon yang sama, yaitu menggunakan kode +1. Sedangkan, di Indonesia memakai +62.

Di Indonesia, angka 0 memang maknanya sama dengan +62. Namun, dalam penggunaannya tenyata cukup berbeda.

Secara resmi sebaiknya kita menggunakan +62 di awal nomor. Angka 0 memang bisa dipakai juga, tapi jangkauannya hanya untuk di Indonesia saja dan tidak bisa tersambung ke luar negeri.

Sedangkan +62, bisa digunakan untuk menghubungi seseorang yang ada di dalam negeri ataupun luar negeri. Jadi, sebaiknya memang menggunakan kode +62 karena dapat menghubungkan kita secara nasional maupun internasional.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya