Sedih, Tabungan Haji Rp50 Juta Milik Penjaga Sekolah Hancur Dimakan Rayap

Oleh Fajar Abrori pada 14 Sep 2022, 03:00 WIB
Diperbarui 14 Sep 2022, 03:00 WIB
Uang Rp50 Juta Dimakan Rayap
Perbesar
Sebanyak Rp50 juta uang tabungan milik penjaga sekolah diSolo hancur dimakan rayap, Selasa (13/9).(Liputan6.com/Fajar Abrori)

Liputan6.com, Solo - Nasib malang menimpa seorang penjaga sekolah di SD Negeri Lojiwetan, Pasar Kliwon, Solo. Uang tabungan senilai Rp50 juta dimakan rayap. Padahal, uang tabungan itu rencananya akan digunakan untuk biaya pendaftaran ibadah haji bersama dengan keluarganya.

Samin (52), penjaga sekolah, pemilik uang tabungan itu, baru mengetahui tabungan uang dimakan rayap pada Selasa (13/9/2022) pukul 09.00 WIB. Saat ia dan istrinya berencana akan menghitung duit tabungan yang telah dikumpulkannya selama 2,5 tahun.

Saat mencoba mengambil celengan plastik yang diletakkan di rak buku samping tempat tidurnya, Samin mengaku kaget karena salah satu buku yang diletakkan di rak itu dimakan rayap. Ia pun bergegas membuka dua celengan plastik itu karena khawatir rayap itu ikut memakan duit kertas di dalam celengan itu.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Satu Celengan Plastik Utuh

Ia pun kaget bukan kepalang ketika salah satu celengan plastik miliknya itu dipenuhi rayap di dalamnya. Saat dibuka, kondisi uang kertas pecahan Rp50 ribu dan Rp100 ribu sudah rusak dan sobek menjadi potongan-potongan kecil. Padahal, Samin dan istrinya setiap harinya dengan tertib menabung uang ke dalam celengan itu.

"Tahu uang tabungannya dimakan rayap, istri saya hanya menangis karena itu uang tabungan untuk biaya pendaftaran haji," kata Samin sambil memegang serpihan potongan uang kertas yang telah dimakan rayap.

Selanjutnya, Samin memilah uang yang dimakan rayap itu ke dalam dua kardus. Satu kardus untuk untuk wadah uang kertas yang kondisinya sudah hancur dan menjadi potongan kecil, sedangkan satu kardus lainnya untuk tempat uang yang meskipun rusak tapi masih berwujud lembaran.

Ia menyebut jika uang dalam satu celengan yang dimakan rayap itu jumlahnya sekitar Rp50 juta. Padahal, ia memiliki dua celengan sehingga total tabungan sekitar Rp100 juta. Dari dua celengan itu terdapat satu celengan yang tidak ikut dimakan rayap.

"Yang satu (celengan) aman dan baru itu. Saya kan ada dua omplong (celengan) yang satu sudah hancur itu dan yang satunya aman isinya lima puluh juta kurang dua ratus ribu. Jadi totalnya Rp100 juta dua celengan itu," sebutnya.


Biaya Pendaftaran Haji

Samin maupun istrinya setiap hari memasukkan uang tabungan di celengan plastik itu. Uang yang ditabung itu selain dari kantongnya juga dari hasil keuntungan istrinya yang sehari-hari berjualan di kantin sekolah. Setiap hari uang yang dimasukkan ke celengan plastik itu mulai dari Rp200 ribu hingga Rp300 ribu.

"Saya kumpulkan dapat uang dari mana saya masukin gitu. Setiap hari minimal menabungnya itu Rp200 ribu. Pokoknya kalau ada rezeki tak masukan ke situ," ucap dia.

Lantas alasan yang melatarbelakangi untuk lebih memilih menabung di rumah lantaran dia mengaku tidak ada waktu untuk menabung di bank. Tugasnya sebagai penjaga sekolah yang mengawasi para siswa menyebabkan tidak leluasa untuk pergi ke bank.

"Kalau mau menabung Rp200 ribu–Rp300 ribu ke bank kan ibaratnya memakan waktu. Saya kan kerjanya di sekolahan memantau anak-anak, harus memantau kamar mandi. Jadi tidak bisa sewaktu-waktu pergi ke bank," kata dia.

Rencananya, Samin dan istrinya akan menggunakan uang tabungan itu untuk mendaftarkan ibadah haji dirinya, istri, dan kedua anaknya. Adanya niatan tersebut, ia dan istrinya sampai tidak berani mengambil uang tabungan tersebut.

"Tujuan utama saya menabung itu untuk biaya mendaftar haji. Saya dan istri tidak pernah mengambil uang tabungan itu," dia memungkasi.

 

Simak video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya