Apa Alasan Orang Menonaktifkan Akun Instagram?

Oleh Huyogo Simbolon pada 12 Sep 2022, 11:00 WIB
Diperbarui 12 Sep 2022, 11:00 WIB
Netizen Indonesia Kirimkan Ungkapan Terima Kasih Pada Guru SD yang Temukan Eril
Perbesar
Illustrasi aplikasi Instagram. (Sumber foto: Pexels.com).

Liputan6.com, Bandung - Bukan sekali dua kali, teman yang kita kenal ternyata sudah menghilang dari peredaran dunia maya. Biasanya, dia selalu mengunggah cerita terbaru setiap hari di Instagram.

Namun, akhir-akhir ini ia tidak terlihat lagi. Setelah dicari, ternyata namanya sudah tidak ada. 

Tak hanya itu, ada juga orang-orang yang menonaktifkan akun Instagram hanya sementara. Setelah satu bulan, ia pun kembali aktif membagikan kisah-kisahnya di fitur story hingga membuat konten-konten menghibur di feed-nya.

Ternyata, ia bisa aktif lagi setelah hiatus sekian lama. Tetapi, kenapa tidak selamanya saja?

Ada banyak alasan mengapa orang-orang tidak ingin muncul kembali di media sosial khususnya platform Instagram, ada pula yang hanya ingi sementar rehat dari Instagram tersebut. Sebenarnya, apa sih alasan-alasan yang mendasarinya?

Saksikan Video Pilihan Ini:

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Berikutnya

Ilustrasi instagram, kata-kata
Perbesar
Ilustrasi instagram, kata-kata. (Photo by NeONBRAND on Unsplash)

Terlalu Banyak Konsumsi Informasi

Setelah bangun pagi, tak sedikit orang yang membuka ponsel untuk mengecek notifikasi. Setidaknya, hal tersebut akan menganggu pagi harimu yang segar karena sudah terdistraksi dengan beragam informasi entah itu menyedihkan, mengkhawatirkan, atau menyenangkan.

Jutaan akun membagikan konten yang serupa juga menjadi hal yang membuat pusing. Akhirnya, konsumsi informasi yang berlebihan membuat harimu menjadi tidak produktif, memusingkan, dan terlalu membuat penuh isi kepala.

Silau Melihat Kehidupan Orang Lain

Sebagai manusia, wajar jika kita memandang berbeda terhadap apa yang dibagikan oleh orang-orang di media sosial. Teman sebaya sudah menikah, teman SMP sudah memiliki anak kedua, saudara di kampung sudah membeli rumah pertamanya, atau tetangga yang baru saja mendapat beasiswa S2 di luar negeri.

Sepertinya hal-hal tersebut membuat diri merasa inferior. Akhirnya, media sosial menjadi salah satu penyebab kesilauan akan kehidupan orang lain. 


Selanjutnya

Instagram - Vania
Perbesar
Ilustrasi Instagram/https://unsplash.com/Dole777

Terlalu Candu Sehingga Menghabiskan Waktu 

Semakin banyak media sosial di dalam gawai, biasanya semakin banyak pula waktu yang dihabiskan untuk membukanya. Mulai dari Facebook, Twitter, TikTok, bahkan Instagram.

Terlebih fitur Instagram terdapat sejumlah fitur yang menghabiskan waktu seperti melihat story pengguna, reels, fitur belanja, dan lain-lain. Akhirnya, pekerjaan yang seharusnya selesai hari itu justru tertunda akibat terlalu banyak bermain Instagram. 

Sulit Membedakan Dunia Nyata dan Dunia Maya

Apakah kamu bingung melihat kehidupan di dunia nyata dan dunia maya? Seakan-akan tidak bisa merasakan bagaimana hidup di masa kini, menikmati keindahan sesuatunya hari ini, tanpa terdistraksi dengan apa yang ada di dunia maya.

Manusia zaman ini bahkan seringkali lupa bahwa ia tengah ada di hari ini, tidak membuat hari-harinya penuh warna sebagaimana ia mewarnai laman media sosialnya. Kini, setiap orang sibuk mengurus diri dan citranya di dunia maya dan menjadi lupa untuk memperbaiki diri dan citra di dunia nyata.

Mungkin itulah alasan beberapa orang akhirnya menonaktifkan akun Instagram. Akhirnya, mereka pun menjauh dari media sosial mulai dari menutup akun, menonaktifkan akun, atau uninstall platform itu sendiri. Jadi, ada banyak alasan yang akhirnya orang-orang cenderung memilih berhenti di dunia maya kemudian menjalani hidup di dunia nyata dengan penuh kesadaran.

Penulis: Fathia Uqimul Haq

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Live Streaming

Powered by

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya