Cara Jitu Pemkot Makassar Pacu Pertumbuhan Ekonomi

Oleh Ahmad Yusran pada 15 Agu 2022, 22:51 WIB
Diperbarui 15 Agu 2022, 23:01 WIB
Bapenda Makassar ajak pengusaha patuh bayar pajak (Liputan6.com/Ahmad Yusran)
Perbesar
Bapenda Makassar ajak pengusaha patuh bayar pajak (Liputan6.com/Ahmad Yusran)

Liputan6.com, Makassar - Ekonomi Indonesia berhasil tumbuh 5,44 persen pada kuartal kedua di tahun 2022. Bahkan menjadi salah satu negara yang cepat dan stabil dalam pemulihan ekonomi

Saat sudah terjadi krisis indikator, Indonesia malah sudah melewati masa level kritis tersebut. Selain itu, inflasi juga menjadi indikator yang patut dicermati dimana beberapa negara sudah alami lonjakan inflasi di atas 10 persen.

Sementara Indonesia saat ini masih bisa dijaga pada level 4,94 persen hingga Juli 2022 yang salah satu faktornya adalah, berkat ditopang oleh kebijakan pemerintah menahan harga energi lewat subsidi senilai Rp520 triliun.

Secara bonus geografis kota Makassar adalah, kota lalulintas pintu masuk barang barang dan jasa di Kawasan Timur Indonesia (KTI).

Pastinya mengandalkan pundi-pundi pajak asli daerahnya dari pajak dan retribusi laiknya kota Meeting, Insentif, Convention and Exhibition (MICE). Bahkan memiliki rekor rekam jejak pertumbuhan ekonomi yang menembus angka 7,99 persen ditengah tekanan kondisi ekonomi global tahun 2018.

Kendati demikian untuk bangkit kembali ditengah pemulihan ekonomi saat ini, bukan perkara mudah. Pemkot Makassar punya cara dengan menghadirkan pelaku usaha hotel, restauran, hiburan malam hingga pelaku usaha reklame, Kejaksaan Negeri Makassar, PTSP, Dinas Tataruang, dan Dinas Pariwisata.

Melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) menggenjot kepatuhan pelaku usaha untuk taat dan mematuhi kewajibannya membayar pajak diberbagai sektor unggulan, dan retribusi melalui sosialisasi kepatuhan di hotel Horison selama empat hari.

Sebagaimana diketahui bahwa 90 persen suksesnya program pembangunan di ibu kota Sulawesi Selatan. Tulang punggung dan energinya, datang dari sektor pajak dan retribusi.

Olehnya mau tidak mau, Kepala bidang (Kabid) Pajak 1 Retribusi Daerah, Bapenda Makassar, Hariman mengaku pihaknya optimis mencapai target pajak dari sektor reklame senilai Rp 70 Miliar.

"Kumuh tidak tertata dengan baik, seperti itulah kesan pertama. Melihat pemandangan reklame disejumlah wilayah strategis kota Makassar, Sulawesi Selatan. Namun sampai saat ini harus diketahui juga bahwa kami sudah menyusun strategi seperti mengatur, menertibkan dan akan memutus mata rantai reklame yang abai dengan aspek bencana dan merusak estetika ruang-ruang publik," kata Hariman kepada Liputan6.com Jumat, 12 Agustus 2022 di Hotel Horison.

Sementara itu Walikota Makassar yang diwakili staf ahli bidang ekonomi pembangunan, Irwan Rusfiady Adnan menjelaskan bahwa pajak itu sifatnya memaksa. Berbeda dengan retribusi, meski keduanya adalah sumber pembangunan daerah.

Mantan Kepala Badan Pendapatan Daerah Kota Makassar ini membeberkan bahwa kota Makassar dengan sejumlah keunggulannya memiliki potensi besar. Terhadap peningkatan pendapatan asli daerah (PAD). Diketahui bahwa PAD dari pajak di tahun 2022 ditargetkan Rp1,6 triliun, sementara dari retribusi hanya Rp 400 miliar. 

Simak juga video pilihan berikut ini:

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya