Menakar Pentingnya Renang bagi Lansia

Oleh Yanuar H pada 13 Agu 2022, 08:00 WIB
Diperbarui 13 Agu 2022, 08:00 WIB
Ilustrasi Renang/ Pexel
Perbesar
Ilustrasi renang. Foto Guduru Ajay/Pexel.

Liputan6.com, Yogyakarta Guru Besar Pendidikan Olah Raga UNY Subagyo mengatakan olahraga atau setiap aktivitas fisik ataupun permainan yang dilakukan dengan rasa senang dan gembira dapat mengurangi penurunan fisiologis lansia. Menurutnya, olahraga bagi lansia atau lanjut usia yang dapat mengurangi dampak dari penurunan fungsi biologis yaitu renang.

"Apa manfaat olahraga bagi lansia? Olahraga bermanfaat untuk mendukung tujuan hidup sehat, bugar dan bahagia. Namun begitu, juga perlu diketahui olahraga apa yang tepat baginya," kata Subagyo, Rabu, 3 Agustus 2022 di UNY.

Ia mengatakan renang dapat dilakukan oleh lansia walaupun olahraga ini sering dilakukan anak-anak atau remaja. Namun, bagi lansia, belajar renang dapat dicoba sebagai olahraga pilihan. 

"Walaupun begitu olahraga renang sejatinya bagi lansia memiliki beberapa keuntungan," ujarnya. 

Pertama, risiko cedera fisik kemungkinan sangat kecil karena semua aktivitasnya dilakukan di air. Kedua, pada waktu beraktivitas suhu tubuh relatif terkendali, karena suhu air di kolam relatif lebih rendah dari suhu tubuh sehingga kemungkinan untuk dehidrasi dapat dihindari. 

"Ketiga olahraga renang menguntungkan bagi lansia yang memiliki berat tubuh berlebih atau bahkan yang sudah dapat dikategorikan sebagai obesitas. Mengapa alasan-alasan tersebut menguntungkan, salah satunya lansia dapat terhindar dari cedera yang serius karena tidak ada kemungkinan jatuh saat berolahraga, dengan bergerak di air," kata pria kelahiran Bantul, 7 November 1956 tersebut.

Olahraga bagi lansia di darat, tidak mudah mempertahankan keseimbangan sehingga berisiko jatuh dan berakibat cedera atau fatal. Begitu pula dengan efek kenaikan suhu tubuh, tidak seperti beraktivitas di air, di darat otomatis suhu tubuh juga terpengaruh oleh panas terik matahari.

Ia menjelaskan aktivitas fisik di bawah terik matahari yang dilakukan terus-menerus dan tanpa asupan cairan yang cukup akan mengakibatkan dehidrasi. Bagi orang yang dalam kategori obesitas menopang berat badan merupakan hal yang cukup berat, terutama bagi tulang dan persendian, apalagi ketika berolahraga semua aktivitasnya cenderung harus melawan gravitasi seperti berlari, melompat, dan lainnya. 

"Kondisi berat tubuh yang berlebih akan menambah berat pula bagi tenaga yang dibutuhkan untuk beraktivitas fisik. Sedangkan, beraktivitas di air ketika berenang justru memberikan keuntungan bagi lansia yang memiliki berat badan berlebih dikarenakan di air ia tidak menopang berat badannya sendiri karena ditopang oleh gaya dorong air," ujar warga Sekayu itu.

Menurut dosen mata kuliah pendidikan olahraga tersebut, olahraga renang bagi lansia tentu saja tidak dalam intensitas yang memaksa seperti yang dilakukan anak-anak, remaja, atau dewasa terlebih pada renang prestasi. Olahraga renang bagi lansia, tentunya memerlukan inovasi dan pengembangan tersendiri agar aktivitasnya dapat sesuai dengan kondisi dan kebutuhan lansia. 

"Kolam renang tempat untuk melakukan aktivitas renang bagi lansia pun bisa dibuat berbeda agar keamanan dan keselamatan dapat tetap terjaga," katanya.

Jarak tempuh untuk berenangnya juga tidak seperti untuk remaja atau dewasa, demikian pula gerakan yang dilakukan tidak harus dipaksakan seperti melakukan teknik gaya renang yang ada ketika berkompetisi. Yang digarisbawahi adalah perlunya pengembangan dan inovasi aktivitas olahraga renang bagi lansia secara lebih lanjut untuk meningkatkan kebugaran jasmaninya. 

"Renang bagi lansia dilakukan secara terukur dan dibuat dalam aktivitas yang menyenangkan dengan konsep renang rekreasi, tidak menitikberatkan pada teknik/gaya renang, jarak, dan waktu seperti renang kompetisi," katanya.

Subagyo menyarankan, agar lansia lebih aman dan nyaman dalam berenang perlu melakukan beberapa hal di antaranya mengenali fasilitas dan sarana prasarana kolam renang yang ada dan melakukan pemanasan secukupnya sebelum melakukan aktivitas renang. 

"Basahi terlebih dahulu anggota badan menggunakan air kolam agar suhu tubuh beradaptasi dengan air kolam, dan masuklah ke kolam renang yang sudah ditentukan melalui tangga, jangan melompat langsung ke air," katanya. 

Setelah berada dalam air gerak-gerakkan terlebih dahulu anggota badan di dalam air, karena bergerak di air berbeda dengan di darat. 

"Sebaiknya lakukan pengaturan pernafasan di air dengan mengambil napas di atas permukaan air dan mengeluarkan napas di dalam air," ujarnya. 

Subagyo mengingatkan olaraga bagi lansia yaitu berenang dapat menyesuaikan dengan kemampuan kondisi fisik masing-masing dan jangan memaksakan diri. 

 

Simak video pilihan berikut ini:

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya