Pernah Jadi Ikon Wisata, Ini 3 Fakta Taman Sriwedari Solo yang Tinggal Sejarah

Oleh Tifani pada 10 Agu 2022, 05:00 WIB
Diperbarui 10 Agu 2022, 05:00 WIB
travel solo surakarta
Perbesar
Taman hiburan Sriwedari, cocok untuk berkunjung dengan keluarga.

Liputan6.com, Yogyakarta - Taman Sriwedari dulu menjadi salah satu ikon tempat wisata yang bersejarah di Solo, Jawa Tengah. Taman Sriwedari atau Taman Raja ini berlokasi di Jalan Slamet Riyadi Nomor 275, Kecamatan Laweyan, Surakarta.

Taman ini dulu dibangun oleh Pakubuwono X Raja Kasunanan Surakarta sebagai tempat hiburan rakyat, abdi dalem, dan para sentana dalem keraton. Taman Sriwedari kemudian berkembang sebagai pusat penyebaran seni budaya Solo.

Namun, sengketa atas Taman Sriwedari yang tak kunjung selesai membuat kegiatan di taman ini terganggu, hingga akhirnya ditutup. Dikutip dari berbagai sumber, berikut sederet fakta Taman Sriwedari Solo.

1. Dibangun oleh Pakubuwono X

Taman Sriwedari dibangun oleh Pakubuwuno X diatas lahan yang dibeli ayahnya Pakubuwono IX diatas lahan senilai 65.000 gulden. Taman Sriwedari mulanya dibangun sebagai tempat hiburan rakyat, para sentana keraton, dan abdi dalem pada 1886 hingga 1902.

Kemudian taman ini berkembang menjadi pusat rekreasi sekaligus pusat penyebaran dan studi kebudayaan khas Solo pada 1917. Penambahan bangunan juga dilakukan pada periode tersebut, hingga taman itu memiliki kebun binatang, bioskop, pentas pagelaran wayang orang, dan wayang kulit.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Saksikan video pilihan berikut ini:


Banyak Pusat Kebudayaan

2. Terdapat Banyak Gedung Pusat Kebudayaan

Taman Sriwedari berisi banyak gedung yang menjadi pusat studi maupun pengembangan kebudayaan khas Solo. Misalnya Museum Radya Pustaka yang merupakan bangunan perpustakaan tertua miliki Keraton Surakarta.

Museum Radya Pustaka berisi sejumlah koleksi milik keraton, seperti arca pusaka, wayang kulit, peralatan musik tradisional, hingga pakaian kerajaan. Di Gedung museum ini juga terdapat 400 naskah kuno yang ditulis pada era Pakubuwono I 1729.

Terdapat juga Gedung Wayang Orang Gedung pertunjukan ini didirikan 1910 pada masa pemerintahan Pakubuwono X. Gedung ini termasuk gedung pertunjukan tertua di Indonesia.

Cikal bakal Gedung Wayang Orang awalnya pagelaran wayang orang yang digelar pada masa Kanjeng Gusti Pangeran Arya Adipati (KGPAA) MAngkunegara I. Saat itu para pemainnya adalah para abdi dalem.

Namun pagelaran wayang orang ini terhenti beberapa waktu lamanya. Hingga kemudian ada seorang pengusaha Tionghoa bernama Gan Kam.

Dia menawarkan diri untuk menjadi sponsor, dan wayang orang digelar di luar istana. Lambat laun pagelaran wayang orang ini sangat diminati oleh masyarakat.

Hingga saat Pakubuwono X berkuasa, dia meminta para pemain untuk tampil di Taman Sriwedari.

 


PON I

3. Tempat Pelaksanaan PON I 1948

Pekan Olahraga Nasional (PON) pertama kali dilaksanakan pada 9 September 1948. Kala itu, Surakarta atau Solo menjadi tuan rumah.

Terpilihnya Solo sebagai tuan rumah juga tak terlepas dari Sriwedari. Salah satu alasannya karena ada Stasion Sriwedari yang dilengkapi kolam renang.

Semenjak menjadi tempat penyelenggara PON (Pekan Olahraga Nasional) di tahun 1948, popularitas dari tempat wisata ini sangat meningkat.

Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya