Inilah Nama 8 Mahasiswa Sekolah Vokasi Undip Yang Terpilih Belajar ke LN

Oleh Liputan6.comEdhie Prayitno Ige pada 04 Agu 2022, 12:47 WIB
Diperbarui 04 Agu 2022, 12:47 WIB
Sekolah Vokasi Undip
Perbesar
Dekan Sekolah Vokasi Undip, Prof Budiyono. (Foto: liputan6.com/dok)

Liputan6.com, Semarang - 8 Mahasiswa Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang terpilih menjadi peserta program belajar dan magang di luar negeri.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) memastikan mereka akan mengikuti program IISMAeVo (Indonesian International Student Mobility Award edisi Vokasi) dari Kemendikbudristek Tahun 2022.

Mereka dijadwalkan berangkat September 2022 untuk belajar dan magang selama satu semester. Mereka adalah Widya Kania Rusminar dari Program Informasi dan Humas (Inhum) tahun 2019, Adventus dari Program Teknik Infrastruktur Sipil dan Perencanaan Arsitektu (Sipil Arsi) 2019, Syehani Haura Ikhtiara dari Program Managemen Administrasi Logostik (MAL) 2020, Gita Ayudhia Fitriani dari Program Perencanaan Tata Ruang dan Pertanahan (PTRP) 2019, Kinanti Dianing Pramudya Wardhani dari Program Sipil Arsi 2019, Audrey Sophia Rekka Kamah dari Program Bahasa Asing Terapan 2019, Derryl Joshua Aleyhandro dari Program Teknologi Rekayasa Konstruksi Perkapalan 2019 dan Winanda Galih Monikasari dari Program MAL 2019.

Dekan Sekolah Vokasi Undip, Prof Dr Ir Budiyono M Si, mengaku bersyukur atas capaian yang diperoleh para mahasiswanya dalam Program IISMAeVo 2022. 

“Ini sejalan dengan program internasionalisasi yang dicanangkan oleh Sekolah Vokasi. Mahasiswa kita harus terpapar atmosfer akademik internasional agar benar-benar siap mengisi berbagai lapangan kerja di seluruh dunia,” kata Prof Budiyono, Kamis (4/8/2022).

Sementara itu salah satu mahasiswi penerima program, Audrey Sophia Rekka Kamah, menyebut bahwa progam ini sangat bagus bagi peningkatan dan pengembangan skill mahasiswa. Karena IISMAeVo adalah program pertukaran mahasiswa Sekolah Vokasi yang dibiayai penuh oleh Kemendikbudristek yang bekerjasama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). 

“Mahasiswa yang terpilih akan diberangkat sesuai tujuannya masing-masing dan menjalankan masa studi selama 1 semester," katanya.

Ikuti video pilihan berikut:

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Tiga Pilihan

Ada 3 pilihan yang bisa diambil. Pertama, Full Magang. Kedua, Magang dan Belajar di Kelas, Ketiga, Full belajar di Kelas. Menurut Audrey perempuan kelahiran Manado 23 November 2001 saat diwawancara tim humas Sekolah Vokasi.

Dia juga menyampaikan, tujuan mengikuti program ini adalah untuk memperluas wawasan, mengembangkan ilmu dan ketrampilan serta menimba pengalaman. Diharapkan melalui program IISMAeVo mahasiswa yang menjadi peserta dapat meningkatkan relasi dan berkolaborasi dengan pihak lain dalam skala Internasional.

Audrey akan berangkat ke University of Nottingham, United Kingdom. Ini salah satu mimpinya yaitu menggali ilmu dalam konsep yang lebih luas dan tidak terbatas secara nasional saja. 

“Saya juga ingin mengembangkan potensi diri saya dengan mendapatkan pengalaman-pengalaman terkait passion saya melalui IISMAeVo serta memperluas jangkauan relasi hingga ke wilayah International,” harapnya.

Hal yang sama dirasakan oleh Widya Kania Rusminar. Mahasiwa semeseter 6 ini mengaku senang dan bangga bisa terpilih mengikuti program IISMAeVo 2022. 

“Apalagi ini merupakan angkatan pertama bagi saya dan teman-teman mahasiswa Sekolah Vokasi Undip," katanya.

Dalam laman resmi kemdikbud.go.id, Program (IISMA) Edisi Vokasi Tahun 2022 yang selenggarakan oleh Kemendikbudristek memberikan beasiswa kepada 400 mahasiswa vokasi di seluruh Indonesia belajar dan magang di luar negeri selama satu semester bagi mahasiswa terpilih.

Direktur Akademik Pendidikan Tinggi Vokasi (Dir. Akademik PTV) Kemendikbudristek, Benny Bandanadjaya mengatakan, program IISMA Edisi Vokasi hadir untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa beraktivitas di luar kampus di luar negeri sehingga dapat meningkatkan kemampuan nonteknisnya (soft skills).

Kepada para mahasiswa vokasi, Benny berharap mereka dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan mempersiapkan kemampuan bahasa Inggrisnya. 

“Kesempatan ini sangat luar biasa. Jadi pergunakanlah kesempatan ini dan yang sangat penting adalah persiapkanlah bahasa untuk berkomunikasi ketika lulus,” kata Benny.

Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya