Waspada, Gelombang Tinggi Laut Samudra Hindia Berpotensi Capai 6 Meter

Oleh Novia Harlina pada 02 Agu 2022, 08:00 WIB
Diperbarui 02 Agu 2022, 08:00 WIB
Ilustrasi gelombang laut
Perbesar
Ilustrasi gelombang laut (Sumber: Pixabay)

Liputan6.com, Padang - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim Teluk Bayur, Kota Padang mengeluarkan analisis potensi gelombang tinggi di perairan Sumatera Barat sepanjang Agustus 2022.

"Kondisi gelombang laut pada Agustus 2022 rata-rata cukup tinggi bisa mencapai 3-6 meter terutama di perairan barat Mentawai, perairan Enggano dan Samudera Hindia barat Bengkulu," tulis BMKG Maritim Teluk Bayur Padang yang diterima Liputan6.com, Senin (1/8/2022).

BMKG merinci, gelombang di perairan barat Mentawai bisa mencapai 2-4 meter, kemudian di wilayah perairan timur Mentawai 1-3 meter, dan perairan barat Bengkulu 1-3 meter.

Dijelaskan, hal ini akibat pengaruh dari kondisi bulan penuh yang terjadi pada tanggal 12 Agustus dan 27 Agustus 2022. Sehingga kondisi Pasang air laut maksimal bisa mencapai 1,4 meter terutama pada pukul 06.00-08.00 WIB.

Kemudian kondisi bulan mati terjadi pada tanggal 5 Agustus dan 19 Agustus 2022, hal ini sangat memengaruhi kondisi surut air laut maksimal bisa mencapai 0,2 meter terutama pada pukul 22.00-01.00 WIB.

 

Simak video pilihan berikut ini:

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Peringatan Dini

Selain itu, BMKG Maritim juga mengeluarkan peringatan dini gelobang laut mencapai 4-6 meter di Perairan barat Enggano , Samudera Hindia barat Mentawai dan Bengkulu disepanjang bulan Agustus

Selanjutnya gelombang mencapai 4 meter di perairan barat Mentawai dan perairan Bengkulu-Enggano sepanjang Agustus 2022. Lalu gelombang mencapai 2,5 meter di perairan Sumbar dan Bengkulu.

Oleh sebab itu, BMKG memperingatkan masyarakat yang beraktivitas di wilayah perairan Sumbar dan Bengkulu agar meningkatkan kewaspadaannya.

"Masyarakat yang sangat rentan adalah pemancing, wisatawan dan nelayan berperahu kecil," tulis BMKG.

Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya