PGI Desak Pemerintah Bentuk Tim Investigasi Ungkap Pembunuhan Brutal di Nduga Papua

Oleh Liputan6.com pada 18 Jul 2022, 12:12 WIB
Diperbarui 18 Jul 2022, 12:12 WIB
KKB Papua Kembalikan 4 Senjata Api Milik TNI
Perbesar
Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) telah mengembalikan senjata api milik yang dirampas dari anggota TNI yang sedang mengawal tim s...

Liputan6.com, Jakarta - Setidaknya 10 orang meninggal dunia dan dua lainnya kritis akibat penyerangan kelompok bersenjata di Nduga Papua, Sabtu (16/7/2022). Terkait tragedi itu, Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) menyampaikan keprihatinan dan dukacita mendalam terhadap korban penyerangan kelompok bersenjata di Kampung Nogolait, Distrik Keneyam, Kabupaten Nduga, Papua.

"PGI menyampaikan keprihatinan dan dukacita mendalam atas jatuhnya 10 orang korban dan 2 orang kritis, termasuk Pendeta Eliaser Baner, Pendeta Gereja Kemah Injil Indonesia," kata Sekretaris Eksekutif Bidang Keadilan dan Perdamaian PGI Henrek Lokra, Senin (18/7/2022).

Henrek menyebutkan 10 korban tersebut diduga meninggal akibat penembakan oleh kelompok bersenjata di Kampung Nogolait, Distrik Keneyam, Kabupaten Nduga Papua.

Bagi Henrek, peristiwa tersebut menambah jumlah korban dari sekian banyak peristiwa pembunuhan yang terjadi di Papua. Oleh karena itu, dia meminta Pemerintah membentuk tim investigasi independen untuk melakukan investigasi komprehensif terhadap kejadian pembunuhan masyarakat sipil di Kampung Nogolait, Distrik Keneyam, Kabupaten Nduga, Papua.

"Kami mendorong gereja-gereja di Tanah Papua untuk terus melakukan upaya kemanusiaan, sebagaimana perlu, untuk masyarakat di Kampung Nogolait, Distrik Keneyam, Kabupaten Nduga, dan di sekitarnya," katanya.

Selain itu, ia juga berharap TNI/Polri melakukan upaya pencegahan atas kemungkinan terjadinya peristiwa serupa serta menciptakan masyarakat yang damai dengan pendekatan kultural.

"Kami mendorong koalisi kemanusiaan untuk terus melakukan upaya sebagaimana diperlukan dalam rangka mengungkapkan fakta dan advokasi kemanusiaan di Tanah Papua ke depannya," ujarnya.

Ia berharap upaya tersebut dapat menuai perhatian untuk perbaikan kondisi Papua dari segala aspek kehidupan Papua.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Korban Penembakan KKB

Sementara itu, tiga jenazah korban penembakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Nduga, Papua, yang berasal dari Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tiba di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.

Tiga jenazah korban tiba di Bandara Komodo Labuan Bajo pada pukul 09.30 Wita menggunakan Pesawat Batik Air dari Surabaya, Jawa Timur.

Berdasarkan informasi, ketiga korban itu, yakni Paulus Watu (23) dan Hubertus Goti (41) asal Kabupaten Ngada, sedangkan satu korban lain bernama Johanes Rangkas (26) asal Kabupaten Manggarai.

Kini jenazah korban telah berada di dalam mobil ambulans yang terparkir di halaman Gedung Kargo Bandara Komodo. Kepulangan jenazah ke kampung halaman masing-masing tengah menanti koordinasi dengan keluarga.

 

Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya