Kolaborasi Danone dengan Hotel di Bali Tangani Sampah Plastik

Oleh Dewi Divianta pada 12 Jul 2022, 06:00 WIB
Diperbarui 12 Jul 2022, 06:00 WIB
Kolaborasi Danone Tangani Sampah-sampah di Bali
Perbesar
Kolaborasi Danone Tangani Sampah-sampah di Bali (Dewi Divianta/Liputan6.com)

Liputan6.com, Denpasar Danone Indonesia mengajak hotel-hotel di Bali berkolaborasi mengumpulkan sampah-sampah produk mereka dan menyerahkannya kepada PT Bali Waste Bali. Langkah ini merupakan solusi pengelolaan sampah di Bali dengan cara mendaur ulang sehingga menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi tinggi.

Kurang lebih ada 12 hotel dan restoran yang tersebar di Pulau Dewata sejak pertengahan Juni 2022 lalu telah melakukan pengumpulan sampah-sampah kemasan Danone.

Direktur Bali Waste Cycle (BWC), Anastasia Olive Padang mengaku senang dengan langkah PT Danone Indonesia yang mengajak kolaborasi pihaknya dalam mengurangi tingginya sampah di Pulau Bali.

Pihaknya mengapresiasi program pengumpulan sampah kemasan dari 12 perusahaan hotel dan restoran di Bali ini. Menurutnya, upaya yang dilakukan oleh Danone tertuang dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) nomor P 75/2019 tentang Peta Jalan Pengurangan Sampah oleh Produsen.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Target Penangan Plastik Nasional hingga 70 Persen

"Kami sangat antusias dan mengapresiasi kolaborasi pengumpulan kembali kemasan Aquareflection dan Aqualife ini. Karena program ini selaras dengan Peraturan Menteri LHK, Tentang Peta Jalan Pengurangan Sampah Oleh Produsen," kata Anastasia Olive Padang kepada Liputan6.com, beberapa waktu lalu.

Ia menyebut program kerja sama dengan pihaknya tersebut merupakan komitmen Danone terhadap pelestarian lingkungan di Bali. Dirinya melanjutkan, dalam program ini, BWC bekerja sama dengan Alila Seminyak Resort, Aperitif Restoran Ubud, Sandat Glamping Ubud, Kilo Kitchen Seminyak, Rayjin Petitenget, Alila Uluwatu, Grand Hyatt Nusa Dua, Bebek Bengil Nusa Dua, Hyatt Regency Sanur, Renaissance Nusa Dua, Andaz Hotel Sanur, Indigo Restoran Canggu.

Program itu juga menjadi salah satu upaya membantu pemerintah mengurangi sampah plastik yang dihasilkan oleh produsen sebesar 30 persen dan penanganan sampah plastik hingga 70 persen. 

"Alasan BWC berkolaborasi dengan produsen dalam pengelolaan produk yang mereka hasilkan sekaligus agar terbentuk jejaring yang selaras antara pemerintah, produsen/pelaku usaha, dan masyarakat. Sampah kemasan plastik bisa menjadi bahan baku jika didaur ulang, untuk itu kami terus mendorong produsen seperti Danone ke model ekonomi sirkular," ujar Olive Padang.

Sementara itu, Danone mengambil kembali sampah kemasan plastik dari produk-produk Danone untuk didaur ulang, Diharapkan, langkah ini bisa berkontribusi menyelesaikan masalah sampah di Indonesia.

"Akan terwujud jika seluruh pemangku kepentingan terlibat secara aktif mulai dari pemerintah, produsen, media, akademisi, komunitas, dan masyarakat untuk berkontribusi sesuai perannya masing-masing," katanya.

 

Simak video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya