Mengerek Prestasi Esports Tanah Air Lewat Duet IESPA dan PBESI

Oleh Nefri Inge pada 06 Jul 2022, 22:00 WIB
Diperbarui 06 Jul 2022, 22:00 WIB
Ilustrasi atlet esports
Perbesar
Ilustrasi atlet esports. Kredit: Shade Jay via Unsplash

Liputan6.com, Palembang - Meski baru masuk dalam undang-undang keolahragaan nasional, Esports Indonesia sudah mulai menunjukkan taringnya. Hal ini terlihat dari pencapaian tim Esports Indonesia dalam ajang Sea Games 2021 di Vietnam pada Mei 2022 lalu.

"Dalam ajang itu, kontingen Indonesia berhasil mendapatkan 2 emas, 3 perak, 1 perunggu, sehingga menjadi runner up cabor Esports, pencapaian ini naik dibandingkan saat Sea Games di Filipina, timnas RI mendapatkan 2 perak 1 perunggu," ujar Wakil Sekretaris Jenderal PBSEI Kartikajaya mewakili Ketua Harian PBESI Bambang Sunarwibowo saat Pembukaan Pertandingan Induk Olahraga Rekreasi Esports dalam FORNAS VI 2021 Sumatera Selatan 2022 di Hotel Aryaduta Palembang, Rabu (6/7/2022).

Menurut Kartikajaya, pencapaian prestasi ini tidak terlepas dari kontribusi banyak pihak, terlebih setelah penggabungan Indonesia Esports Association (IESPA) dengan Pengurus Besar Esports Indonesia (PBESI).

"Pentingnya kolaborasi pusat dan daerah, bergabungnya IESPA dan PBESI dapat tersosialisasikan hingga tingkat paling bawah, akar rumput. Diharapkan seluruh pihak dapat berkontribusi dalam pemerataan, peningkatan mutu, dan pencapaian prestasi," dia menambahkan.

Pada kesempatan itu, Kartikajaya juga menjelaskan dengan disahkannya Undang-Undang Nomor 11 tahun 2022 tentang keolahragaan dari revisi Undang-Undang Nomor 3 tahun 2005 tentang sistem keolahragaan nasional, pasal 20 dan 21, secara tegas mengakomodasi cabang olahraga berbasis teknologital dan elektronik atau Esports.

"Hal ini juga bisa dapat membina dan mengembangkan Esports di Tanah Air, dalam rangka struktur lembaga yang jelas," dia menandaskan.

 

Simak video pilihan berikut ini:

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya