Hewan Kurban Melimpah di Balikpapan, Disnak Bakal Sidak Izin Penjualan

Oleh Apriyanto pada 06 Jul 2022, 17:00 WIB
Diperbarui 06 Jul 2022, 17:00 WIB
Hewan kurban
Perbesar
Salah satu penjualan hewan kurban di Balikpapan. (Liputan6.com/Apriyanto)

Liputan6.com, Balikpapan - Menjelang Idul Adha 2022, ketersediaan hewan kurban sapi dan kambing di Kota Balikpapan masih aman. Dinas Pangan, Pertanian dan Peternakan (DP3) Balikpapan mencatat, hingga saat ini sudah ada sekira 3.500 ekor sapi yang masuk ke Balikpapan. Jumlah ini lebih tinggi dibanding prediksi awal di angka 3.200 ekor sapi.

"Untuk sapi stok awal itu 1.600 ekor dan yang datang 1.900 ekor, jadi penyediaan sapi di Balikpapan aman," kata Kepada DP3 Balikpapan, Heria Prisni, pada Selasa (5/7/2022).

Ribuan sapi itu tersebar di 66 titik lokasi penjualan di Balikpapan. DP3 juga memastikan hampir semua penjualan hewan kurban ini memiliki izin dari kelurahan, sehingga mereka mendapatkan stiker sehat.

Untuk lebih memastikan terkait perizinan pedagang hewan kurban, pihak DP3 bersama Satpol PP akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lapangan. Karena jika tidak memiliki izin, ditakutkan dapat mengganggu masyarakat sekitar.

Hal ini juga untuk memastikan hewan kurban yang dijual dalam kondisi sehat dan tidak terjangkit wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang belakangan merebak di sejumlah wilayah.

"Kalau mereka tidak memiliki izin, kami tidak berikan stiker. Walaupun secara fisik sudah diperiksa, karena ditakutkan terkena PMK," tegasnya.

Ia juga menganjurkan masyarakat untuk membeli sapi yang punya stiker sehat. Karena kesehatannya terjamin melalui pengecekan dokter hewannya.

 

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Waspada PMK

Kepala Dinas
Perbesar
Kepada DP3 Balikpapan, Heria Prisni. (Liputan6.com)

 

Meskipun stok sapi tercukupi, namun tidak dipungkiri harga jual jauh lebih mahal dari tahun sebelumnya. Lantaran biaya produksi mereka mahal, lantara harus karantina selama 14 hari terlebih dulu sebelum di jual ke pasaran.

"Jadi peningkatan harganya mencapai 10 persen, dari yang awalnya Rp18 juta menjadi Rp21 juta," beber Heria.

Sementara itu, untuk stok hewan kurban kambing juga telah cukup. Di mana saat ini stok kambing yang ada sekitar 700 ekor dari kebutuhan sekitar 1.000 ekor. “Untuk kambing masih mencukupi, yang akan datang masih dalam perjalanan sekitar 8.500 ekor,” pungkasnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya