Perjalanan Listrik Mengalir Sampai Rumah Kita

Oleh Liputan6dotcom pada 06 Jul 2022, 01:17 WIB
Diperbarui 06 Jul 2022, 01:20 WIB
Foto ilustrasi listrik
Perbesar
(Foto: Dokumentasi PLN)

Liputan6.com, Jakarta - Listrik sangat lekat dengan kehidupan manusia modern saat ini. Beberapa istilah kelistrikan sering kita dengar seperti pembangkit listrik, trafo, saluran udara tegangan ekstra tinggi, hingga jaringan tegangan rendah (JTR).

Di Indonesia, STL (Sistem Tenaga Listrik) memiliki beberapa rangkaian instalasi listrik yang terbagi menjadi empat bagian yaitu pembangkit, transmisi atau penyaluran, distribusi, dan konsumen.

Berikut ini informasi tentang rangkaian instalasi listrik mulai dari pembangkit hingga dapat dinikmati oleh konsumen rumah tangga maupun industri. Informasi ini dikutip dari keterangan tertulis produsen kabel listrik PT Sutrakabel Intimandiri (Sutrado Kabel).

Pembangkit

Listrik berasal dari pembangkit. Di Indonesia telah ada beberapa jenis pembangkit berdasarkan tenaga yang digunakan, seperti PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap), PLTG (Pembangkit Listrik Tenaga Gas), PLTD (Pembangkit Listrik Tenaga Diesel), Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG), hingga PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir). Semuanya adalah tempat mengubah suatu bentuk energi menjadi energi listrik menggunakan generator.

Pembangkit listrik menghasilkan listrik dengan tegangan sekitar enam hingga 24 Kilovolt (kV). Energi listrik yang dihasilkan oleh pembangkit listrik akan disalurkan ke rumah dan sekolah melalui sistem transmisi.

 


Transmisi

Transmisi

Listrik yang dihasilkan pembangkit kemudian akan dinaikkan tegangannya melalui transformator step up (trafo penaik tegangan). Tegangan listrik dinaikkan untuk mengurangi kehilangan energi dalam transmisi listrik jarak jauh.

Trafo step up menaikkan listrik dari pembangkit dari yang asalnya 6-26 kilovolt menjadi 70-150 kilovolt melalui Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) dan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT).

Listrik yang telah dinaikkan tegangannya tersebut kemudian disalurkan ke gardu transmisi. Gardu transmisi kemudian membawa saluran udara yang mentransfer energi listrik dari pembangkit ke gardu distribusi. Saluran transmisi dapat membawa listrik dengan jarak 60 hingga 250 kilometer, melintasi pegunungan dan juga hutan.

Tegangan listrik dari gardu transmisi diturunkan oleh transformator step down (trafo penurun tegangan) menjadi dua jenis tegangan, yaitu 150 Kilovolt dan 20 Kilovolt.

 


Distribusi

Distribusi

Saluran distribusi berfungsi menyalurkan dan mendistribusikan tenaga listrik dari gardu transmisi ke gardu distribusi untuk dinikmati konsumen. Listrik dari gardu transmisi yang telah diturunkan tegangannya, kemudian masuk ke dalam gardu distribusi atau biasa kita kenal dengan gardu induk.

Gardu induk dengan tegangan 150 kilovolt kemudian akan disalurkan ke industri yang membutuhkan listrik dalam jumlah besar. Sementara itu, gardu induk dengan tegangan 20 kilovolt akan disalurkan ke konsumen rumah tangga, fasilitas publik, dan industri kecil melalui JTR.

 


Proyek Nias

Sebagai produsen kabel listrik di Indonesia, Sutrado Kabel turut berkontribusi dalam sistem tenaga listrik di Indonesia agar masyarakat dapat mendapatkan listrik secara merata.

“Sutrado Kabel turut mendukung proyek pembangunan fasilitas pembangkit listrik tenaga mesin gas mobile power plant (MPP) 25 MW Nias di Idanoi, Gunung Sitoli, Nias, yang rampung pada 2019 lalu, yaitu menyediakan kabel berkualitas untuk grounding, low voltage, dan medium voltage,” ujar Sales Manager FM Sutrado Kabel Jhoe Chandra.

Melalui kemitraan strategis dengan Tripatra, pembangunan MPP 25 MW Nias termasuk untuk memenuhi target seratus persen desa berjumlah 950 di Nias teraliri listrik. Kala itu, konsumen listrik di Nias didominasi konsumen rumah tangga sebesar 94% persen, diikuti bisnis 2 persen, sosial 3 persen, dan publik 1 persen.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya