Donasi di ACT Sulsel Terjun Bebas Usai Isu Penyelewengan Dana Merebak

Oleh Fauzan pada 06 Jul 2022, 04:00 WIB
Diperbarui 06 Jul 2022, 04:00 WIB
penyerahan bantuan pangan dari ACT Palu untuk para penggali makam
Perbesar
Petugas penggali makam jenazah pasien Covid-19 menerima bantuan pangan dari ACT Palu, Minggu (22/8/2021). (Foto: ACT Palu).

Liputan6.com, Makassar - Isu penyelewengan dana lembaga filantropi Aksi Cepat Tanggap atau ACT ternyata berdampak terhadap jumlah donatur yang terus menurun. Betapa tidak, pimpinan ACT dikabarkan menerima gaji hingga ratusan juta rupiah hingga fasilitas mewah serta memotong uang donasi. Dugaan itu tak pelak membuat gamang calon donatur.

Salah satunya berdampak terhadap cabang ACT di Sulawesi Selatan. Kepala Cabang ACT Sulawesi Selatan, Maskur Muhammad mengaku khusus donasi kurban mengalami penurunan 30 hinggga 40 persen jika dibandingkan tahun 2021. 

"Kalau di Makassar setelah pemberitaan itu cukup berpengaruh, (donatur hewan kurban) berkurang sekitar 30 hingga 40 persen. Saat ini, hanya baru 45 ekor kambing kurban. Kalau tahun lalu itu mencapai 78 ekor kambing yang diberikan dari donatur untuk dikurbankan melalui ACT," kata Maskur di kantor ACT Sulsel, Selasa (5/7/2022).

Maskur memastikan bahwa orang yang ingin berdonasi di ACT Sulsel masih tetap ada. Namun, jumlah donatur tidak akan sama seperti hari-hari sebelum isu penyalahgunaan dana donasi merebak di masyarakat.

"Orang yang berdonasi tetap ada, tapi tidak akan sama dengan beberapa hari kemarin. Jadi kemungkinan besar ini akan terus berkelanjutan tapi tidak kita tahu sampai kapan. Kita juga tetap mengikuti perkembangan dari pusat sehingga mudah-mudahan bisa cepat terselesaikan," jelasnya.

Maskur pun berharap agar para donatur setia ACT Sulsel bisa tetap percaya terhadap lembaga filantropi yang ia pimpin. Ia juga mengaku bakal menjamin penyaluran donasi sampai kepada orang yang membutuhkan. 

"Memang berpengaruh, tapi kita tetap mengupayakan yang terbaik meneruskan amanah ummat pastinya dan kita tidak akan henti-hentinya mengajak masyarakat untuk berbuat kebaikan," ungkapnya.

 


Heboh ACT

Sebelumnya, tagar #AksiCepatTilep hingga #JanganPercayaACT viral di jagat maya. Tagar itu muncul tak lama setelah Majalah Tempo mengeluarkan laporan investigasi berjudul 'Kantong Bocor Dana Umat'.

Laporan itu membahas soal isu gaji petinggi ACT yang mencapai puluhan hingga ratusan juta Rupiah. Selain itu, dalam laporan itu disebutkan bahwa petinggi ACT menerima sejumlah fasilitas mewah dan memotong uang donasi.

Dalam klarifikasinya, Presiden ACT Ibnu Khajar menyampaikan permohonan maaf terkait dugaan penyelewengan dana donasi yang ramai di media sosial tersebut. Dia mengatakan saat ini kondisi keuangan ACT dalam kondisi baik.

Hal demikian sekaligus membantah pemberitaan yang menyatakan bahwa keuangan ACT bermasalah akibat dugaan penyelewengan tersebut. Ibnu lalu menyebut laporan keuangan ACT sudah berkali-kali mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) berdasarkan hasil audit.

"Kami mewakili ACT meminta maaf sebesar-besarnya," kata Ibnu dalam konferensi pers. 

Simak juga video pilihan berilkut ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya